Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Vitami B (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak orang beranggapan bahwa mengkonsumsi suplemen atau vitamin secara teratur akan membuat tubuh lebih bermanfaat. Nyatanya sejumlah studi penelitian menunjukkan bahwa suplemen tidak selalu bermanfaat.
Bahkan mengkonsumsi suplemen vitamin dengan mineral tertentu justru lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Bagaimana kita mengetahui konsumsi vitamin yang tepat?
Sebaiknya sebelum mengonsumsi suplemen atau vitamin, berkonsultasi dulu dengan dokter. Hal ini untuk mengetahui jenis vitamin yang paling dibutuhkan tubuh.
Jika sudah terlanjur mengkonsumsi suplemen tertentu, tanyakan kepada dokter apakah sebaiknya suplemen yang sudah dikonsumsi dilanjutkan atau tidak.
Selain meningkatkan risiko pada kesehatan tertentu, beberapa suplemen juga dapat berinteraksi dengan obat yang dikonsumsi.
Dikutip dari Healthline, para peneliti dan lowa Women’s Health Study menganalisis lebih dari 3.800 wanita, yang berusia 55 tahun ke atas, dalam jangka waktu 20 tahun.
Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam Archives if Internal Medicine, mereka menemukan bahwa sebagian besar suplemen vitamin dan mineral tidak ada kaitannya dengan risiko kematian yang lebih rendah.
Suplemen vitamin dan mineral juga bisa berbahaya. Menurut Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi suplemen vitamin E dapat meningkatkan resiko gagal jantung dan kematian dini.

Selain itu Mayo Clinic juga memperingatkan jika mengkonsumsi suplemen vitamin lebih dari 200 miligram vitamin B-6 per hari dapat menyebabkan sakit saraf dan kejang.
Dalam penelitian baru juga dilaporkan oleh National Unstitutes ofHealth mengatakan bahwa terlalu banyak vitamin A akan merusak bagian tulang. Untuk itu sebelum mengonsumsi vitamin atau suplemen secara rutin, pastikan berkonsultasi dulu dengan dokter.
(ism, Laporan: Ratih Permata Sari)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
