Hasil Penelitian Zepp Health: Durasi Tidur Masyarakat Dunia Menurun

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 25 April 2022 18:18
Hasil Penelitian Zepp Health: Durasi Tidur Masyarakat Dunia Menurun
Kurangnya waktu tidur pada malam hari menyebabkan timbulnya penyakit menyeramkan.

Dream – Selain mengonsumsi makanan dan minuman sehat dalam keseharian, kita juga dianjurkan untuk tidur malam yang berkualitas agar tubuh tetap terjaga kesehatannya sehingga dapat menunjang aktivitas keseharian kamu.

Sedangkan orang yang tidurnya terlalu sedikit berisiko lebih tinggi mengalami obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kardiovaskular. Tak jarang juga memengaruhi kondisi emosi dan psikologis.

Mengerti betapa pentingnya tidur yang berkualitas bagi kesehatan, perusahaan smart wearable terkemuka Zepp Health, baru-baru ini merilis International Sleep White Paper 2021 dengan mengolah data yang diambil dari perangkat wearable pintar Amazfit dan Zepp berupa durasi tidur, Body Mass Index (BMI), Detak Jantung Istirahat (Resting Heart Rate), dan jumlah langkah.

Laporan tersebut berisi temuan utama terkait kualitas dan durasi tidur lebih dari 26 juta pengguna global untuk membantu pengguna lebih memahami korelasi antara status kesehatan dan kondisi tidur.

Beberapa penemuan menarik yang dilaporkan di antaranya:

  • Durasi tidur rata-rata global menurun dibandingkan tahun 2020
  • Rata-rata durasi tidur pengguna di Indonesia hanya 6,5 jam
  • Gaya hidup aktif menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik
  • Tubuh cenderung mempertahankan kinerja yang lebih baik dengan rata-rata 7-8 jam tidur

1 dari 2 halaman

Waktu tidur pengaruhi kinerja tubuh

Teknologi canggih pemantau tidur ciptaan Zepp Health yang dapat ditemukan dalam seluruh model smartwatch Amazfit ini secara akurat melacak tahapan tidur pengguna dan memeriksa kualitas pernapasan tidur mereka.

Melalui kombinasi penilaian kesehatan menyeluruh, perangkat pintar ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas tidur pengguna disertai dengan saran terperinci untuk perbaikan kebiasaan tidur.

Kurang tidur 7 jam di tahun 2021

Durasi tidur rata-rata secara global telah menurun dibandingkan tahun 2020, yaitu tujuh jam sembilan menit pada tahun 2021 dengan pengguna wanita tidur relatif lebih lama daripada pengguna pria.

Secara global, pengguna dari Belgia memperoleh rata-rata durasi tidur terlama yaitu 7,5 jam per malam, diikuti Republik Irlandia dan Belanda.

Namun secara komparatif, pengguna dari Indonesia memiliki waktu tidur lebih sedikit, dengan durasi tidur rata-rata 6 jam 36 menit, diikuti oleh Jepang dan Malaysia. 

Memiliki waktu tidur yang kurang dari jumlah yang diperlukan dapat mempengaruhi kinerja tubuh rata-rata.

Diketahui bahwa orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur per malam, sementara anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak tidur malam, mulai dari delapan hingga 10 jam.

2 dari 2 halaman

Gaya hidup aktif hasilkan kualitas tidur lebih baik

Laporan tahunan Zepp Health menunjukkan bahwa pengguna yang berjalan 12.000 hingga 20.000 langkah per hari mempertahankan kualitas tidur yang lebih tinggi dan detak jantung istirahat yang lebih sehat yaitu sekitar 62.

Latihan aerobik menengah bermanfaat bagi penderita insomnia. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk berolahraga secara teratur dan mempertahankan gaya hidup aktif untuk meningkatkan kualitas tidur dan memperpanjang durasi tidur.

Smartwatch global 2021

Sepanjang tahun 2021 Amazfit dan Zepp mencapai tingkat pertumbuhan pengiriman yang lebih cepat daripada tingkat pertumbuhan global secara keseluruhan, dengan lebih dari 6,81 juta jam tangan dewasa yang dikirimkan ke seluruh dunia.

Kinerja global perusahaan secara konsisten mengesankan pada kuartal terakhir tahun 2021, mempertahankan tempat pertama di Brasil dan Turki, sedangkan peringkat kedua berada Indonesia, Italia, Spanyol, dan Republik Ceko.

“ Kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dari perusahaan Zepp Health, yang memperoleh pangsa pasar melalui brand jam tangan pintar seperti Amazfit dan Zepp yang menawarkan berbagai macam jam tangan yang memungkinkan konsumen untuk memilih yang terbaik sesuai dengan kebutuhan kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup mereka,” kata Jitesh Ubrani, Manajer Riset selaku Pelacak Perangkat Seluler Seluruh Dunia, IDC, pada keterangannya Senin, 25 April 2022.

" Peringkat kami menunjukkan komitmen Zepp Health dalam memanfaatkan kekuatan teknologi untuk memberdayakan masyarakat agar menjalani gaya hidup yang lebih sehat,” tambah CEO Zepp Health, Wayne Huang.

Beri Komentar