Dikira Bintit dan Berdarah, Mata Bocah Itu Ternyata...

Reporter : Eko Huda S
Minggu, 1 Mei 2016 08:01
Dikira Bintit dan Berdarah, Mata Bocah Itu Ternyata...
Lensa kontak telah mendekam di mata kanan anak itu selama dua tahun.

Dream - Hati-hati meletakkan lensa kontak. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jika tidak, akibatnya bisa fatal.

Bacalah kisah bocah perempuan berusia 11 tahun di Hong Kong ini. Matanya bengkak dan mengeluarkan darah karena matanya kemasukan lensa kontak selama dua tahun tanpa diketahui.

Kisah itu diketahui saat mata bocah itu bengkak dan mengalami peradangan selama dua minggu. Dokter mengira bocah ini mengalami bintitan, sehingga memberi anak itu antibiotik.

Namun bengkak itu tak kunjung kempis. Benjolan di mata kanan atas itu malah semakin parah. Dan bocah itu kembali dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kembali.

“ Anak itu menemukan darah di air matanya,” tulis Dr Sek Keung Kwok dan Dr Tommy Chung Yan Chan dalam laporan medis, sebagaimana dikutip Dream dari Asia One, Jumat 29 April 2016.

Pemeriksaan pun dilakukan. Bocah itu menjalani CT scan. Dan terlihat sebuah bayangan. Dokter mengira benjolan itu berisi kista. Untuk memastikan, dokter di klinik mata itu membua kelopak mata anak tersebut.

Dan betapa terkejutnya dokter itu. Saat membalik kelopak mata itu, sebuah benda bening terlontar ke luar. Setelah dicek, benda itu ternyata lensa kontak.

 Dikira Bintit dan Berdarah, Mata Bocah Itu Ternyata...© Asia One

Setelah menemukan lensa kontak itu, ibu bocah tersebut teringat pernah kehilangan lensa kontak dua tahun silam. Sehingga mereka yakin lensa yang hilang itu adalah yang berada di mata anak itu.

Mereka menyimpulkan, lensa kontak itu telah mendekam di mata kanan bocah itu selama dua tahun. Sejak raib.

Dalam laporannya, para dokter menyorot pentingnya menjaga benda-benda sensitif dari anak-anak. Meski demikian, dalam laporan itu tak dijelaskan apa yang terjadi pada penglihatan bocah ini akibat lensa kontak itu.

1 dari 4 halaman

Karena Lensa Kontak, Mata Gadis Cantik Ini Digerogoti Parasit

Dream - Bagi Anda yang memakai lensa kontak, berhati-hatilah. Pastikan kebersihan lensa kontak Anda. Sehingga tidak menjadi alat penyebar penyakit bagi mata. Jika tidak, bisa jadi lensa kontak itu menjadi sarana penyebaran parasit yang merusak mata Anda.

Belajarlah dari kasus Jess Greaney ini. Mahasiswi cantik asal Birmingham, Inggris ini hampir saja kehilangan penglihatan karena bola matanya digerogoti parasit. Dan parasit itu diduga menyebar akibat lensa kontak yang terkontaminasi.

Menurut laman Mirror.co.uk, Selasa 19 Mei 2015, semula Greaney mengira mata kirinya mengalami sakit biasa. Namun lama kelamaan, sakit yang dia rasakan semakin luar biasa. Dia bahkan tak bisa memejamkan mata selama empat hari berturut-turut. Matanya menjadi merah.

Akhirnya Greaney memeriksakan matanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa akhirnya diketahui bahwa terdapat parasit Acanthamoeba Keratitis di dalam matanya. Yang lebih mengerikan, parasit itu memakan konea matanya. Matanya terancam buta.

" Beberapa hari pertama terasa berat, mereka [parasit] membuat saya terjaga siang dan malam selama empat hari," tutur Greaney.

Greaney kemudian menjalani perawatan intensif. " Staf rumah sakit memberi tahu saya betapa serius masalah ini. Saya sangat sedih. Parasit itu berada di kornea saya, memakannya," tambah dia.

Pada hari ke empat di rumah sakit, Greaney menangis setiap lima menit sekali, sebab parasit memakan kornea matanya. Sudah begitu kondisinya semakin menurun karena tak bisa tidur selama berhari-hari.

Dokter kemudian membedah mata mahasiswa Nottingham University ini. Setelah seminggu dirawat, dokter mengizinkannya pulang untuk melakukan perawatan di rumah dengan memberikan tetes mata 41 kali dalam sehari.

Saat ini, Greaney masih harus memberikan tetes mata 22 kali dalam sehari. Dia juga harus kontrol ke rumah sakit setiap dua minggu sekali. " Masih ada parasit di dalam mata saya. Sangat sulit memastikan berapa lama lagi untuk menyembuhkan ini," ujar Greaney.

Menurut dia, bencana yang terjadi pada matanya itu bermula dari penggunaan lensa kontak yang terkontaminasi. " Jika air mengontaminasi lensa, ini bisa menyebabkan infeksi. Parasit hidup di antara lensa dan mata, kemudian parasit menggerogoti kornea, melalui mata dan kemudian ke sumsum tulang belakang," kata Greaney.

Dengan kejadian ini, Greaney mengatakan sangat penting untuk menjaga kebersihan lensa kontak. Sebab, sakit mengerikan yang tengah dialami Greaney ini bermula dari kecerobohannya meletakkan lensa kontak di dekat wastafel kampusnya.

" Jika begitu banyak tetesan air mengenai lensa, bisa menjadi masalah. Saya mengalami infeksi ini hanya dengan meninggalkan lensa kontak saya dekat wastafel," ujar Greaney. 

2 dari 4 halaman

Mata Wanita Ini Keluarkan Cacing Seukuran Ular

Dream - Ahli bedah Arab Saudi baru saja melakukan operasi mendebarkan untuk mengeluarkan cacing seukuran ular kecil, yang hidup di dalam mata seorang wanita. Cacing-cacing itu telah membuat pasien merasakan sakit sepanjang waktu pada bagian matanya.

Proses operasi itu divideokan dan diunggah ke laman Youtube. Dalam video berdurasi tiga menit delapan detik itu terlihat, ahli bedah mengeluarkan cacing yang berukuran panjang.

Sebelum pembedahan mata, cacing itu terlihat bergerak-gerak di bawah selaput. Dengan peralatan medis, dokter mengambil cacing. Prosesnya tak mudah. Karena ukurannya panjang dan terus begerak.

 Mata Wanita Ini Keluarkan Cacing Seukuran Ular© Youtube

Cacing yang hidup di mata wanita Saudi

Sumber: Youtube

Salah satu dokter yang turut dalam proses operasi menduga, cacing itu bisa hidup di mata setelah sang pasien menggunakan lensa kontak maupun maskara yang terkontaminasi.

" Lensa atau maskara bisa jadi terkontaminasi dengan telur cacing, yang akhirnya menetas dan tumbuh di dalam mata pasien," kata dokter itu, seperti dikutip Dream dari Emirates 24l7, Selasa 9 September 2014.

Namun, dalam artikel itu tidak disebutkan di rumah sakit mana operasi dilakukan. Yang jelas, siapa saja diimbau untuk hidup sehat, memastikan lensa maupun maskara yang akan digunakan bersih.

Temuan penyakit-penyakit aneh dan misterius bukan kali ini saja terjadi. Berikut beberapa penyakit aneh di berbagai negara: (Ism)

3 dari 4 halaman

Tangan Raksasa

Dream - Bocah asal India, Kaleem, menderita penyakit aneh. Tangan bocah laki-laki berusia delapan tahun itu bengkak, hingga berukuran raksasa. Berat masing-masing tangan bocah malang itu delapan kilogram. Sementara, dari telapak tangan ke ujung jari tengah, panjangnya mencapai tiga belas inci.

Laman Mirror, menulis bocah ini seperti mengenakan sarung tangan kriket. Dengan kondisi itu, dia tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas, termasuk mengikat tali sepatu, mengenakan baju dan celana. Hidupnya benar-benar terganggu.

Yang lebih menyedihkan, Kaleem dijauhi banyak teman dan bahkan diolok-olok. " Saya tidak pergi ke sekolah karena guru bilang anak-anak lain takut. Banyak dari mereka mem-bully saya untuk kondisi ini," kata Kaleem. Ini lengkapnya http://bit.ly/VHq6tk  (Ism) 

4 dari 4 halaman

Sekeluarga Merangkak

Dream - Penyakit aneh lainnya juga terjadi di Turki. Ini merupakan salah satu cacat langka yang dialami 19 orang di Turki. Sejumlah anggota keluarga di Turki menderita penyakit langka " evolusi mundur" .

Mereka tidak bisa menjaga keseimbangan untuk berdiri tegak. Sehingga untuk berjalan mereka harus merangkak menggunakan tangan dan kaki.

Laman Emirates 24l7, peneliti melakukan studi bio-mekanik terhadap kebiasaan jalan mereka. Para ilmuan tidak menemukan kelainan ini karena gangguan fisik yang disebabkan karena lemahnya keseimbangan. Kelainan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan bentuk manusia primitif.

Lima saudara kandung dari keluarga ini telah berjalan merangkak sejak kecil. Mereka kebanyakan mengurus diri mereka sendiri, sebab memang sangat susah untuk menjalani hidup dengan kondisi seperti itu. Ini lengkapnya http://bit.ly/1nFtCRp  (Ism) 

Beri Komentar