Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Lorraine Burnett (Daily Mail)
Dream - Lorraine Burnett (37) mengungkap bagaimana ia harus kehilangan kakinya setelah mengalami infeksi pada tumit akibat terus-menerus memakai high heels. Perempuan asal Dunfermline, Skotlandia, membeli high heels setinggi 12 cm untuk Natal pada 2008.
Setelah menghabiskan sepanjang malam mengenakan sepatu yang sebenarnya tidak nyaman itu, tumit Burnett mengalami lecet. Lukanya sangat parah hingga menjadi infeksi.
Meski melakukan pengobatan dengan antibiotik, infeksi pada tumit kakinya tidak bisa sembuh. Dua tahun kemudian, dokter menyampaikan kabar mengejutkan bahwa tungkai bawahnya perlu diamputasi.
Kini dua tahun setelah kakinya diamputasi, Lorraine mengisahkan pengalamannya untuk pertama kali. Dia ingin Natal tahun ini mendapatkan kaki baru untuk menggantikan kaki palsu yang selama ini disediakan oleh NHS.
"Saya berdansa berjam-jam, tanpa mempedulikan tumit yang sakit. Hari berikutnya, tumit sebelah kiri mengalami luka lecet parah. Sebagai perawat, saya harusnya tahu yang harus
dilakukan," ujar Burnett.
© Dream
Pada Desember 2008, seminggu setelah luka lecet pertama muncul di tumit kirinya, ibu satu anak ini mengunjungi dokter karena lukanya begitu menyakitkan. Ia nyaris tidak bisa berjalan. Minum antibiotik yang diresepkan dan membersihkan luka di tumit kiri menjadi rutinitas baru untuk mencegah infeksi.
Tragisnya, luka lecet tidak sembuh dan dia tidak bisa berjalan dengan baik. Dia bahkan harus berhenti dari tempat kerja. Burnett dirujuk ke Rumah Sakit Ninewells, di Dundee, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Luka tersebut terus mengalami infeksi berulang-ulang sehingga dokter mengatakan mereka akan membersihkan luka, dengan menghilangkan kulit yang terkontaminasi," katanya.
© Dream
Setelah pembersihan dilakukan, Burnett menghadapi keputusan yang sangat sulit - bertahan dengan infeksi berulang selama sisa hidupnya atau kakinya diamputasi. Dokter memberi rekomendasi amputasi.
Pada November 2010, dia menjalani operasi selama lima jam di Rumah Sakit Ninewells untuk memotong kaki kiri bagian bawahnya.
"Hati saya hancur mengetahui bahwa high heels sepanjang 5 inci itu telah merenggut kaki saya," katanya penuh sesal.
(Sah/Sumber: Daily Mail)
Baca Juga: Bayar Utang Dulu Sebelum Pamer di Media Sosial Miss Grand International Kangen Lulur Jawa Tanda Pasanganmu Layak Dipertahankan Laudya Chintya Bella Segera Ikuti Jejak Zaskia Sungkar? Rangkai Kembali Kepingan Hati karena Hidup Harus Dijalani Keuntungan Memaafkan Si Dia yang Bikin Kesalahan Pasangan Bahagia Tak Umbar Kemesraan di Medsos
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS