Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Kelly Moats)
Dream - Kejadian langka menimpa seorang wanita asal Arizona yang lahir tanpa dilengkapi dengan alat genital. Kelly Moats berusaha berbicara mengenai kondisinya kepada publik, dengan harapan dapat mengumpulkan uang demi bisa operasi.
Gadis berusia 22 tahun itu pertama kali mengatahui bahwa dia tidak memiliki miss v saat berusia 18 tahun. Dia mulai curiga saat mengetahui tidak pernah mengalami menstruasi bulanan.
Kemudian dia melakukan USG, dan dokter mengungkapkan jika sebenarnya dia tidak memiliki rahim, leher rahim atau vagina.
"Itu membuat saya merasa kurang sebagai wanita. Saya masih berusaha menerima diri saya, menerima apa yang saya miliki dan tidka memikirkannya,"ungkap Moats dialnsir dari Livescience.

Moatas didiagnosa dengan syndrom Mayer Rokitasny Kuster Hauser (MRKH). Menurut National Institutes of Healts, itu adalah sebuah kondisi yang mempengaruhi 1 dari 4.500 bayi perempuan yang baru lahir.
Hal itu terjadi karena selama perkembangan embrio, organ reproduksi wanita (termasuk rahim dan leher rahim) tidak berkembang dengan baik. Akibatnya, rahim dan vagina mungkin tidak berkembang sama sekali.
Wanita dengan kondisi itu secara genetis memiliki dua kromosom X dan biasanya berfungsi sebagai ovarium. Mereka juga memiliki alat genetial eksternal yang normal. Sehingga biasanya kondisi ini hanya ditemukan bila wanita tidak mengalami menstruasi.
Dalam beberapa kasus, kondisinya bisa diobati tanpa operasi dengan menggunakan 'dilator vagina'. Menurut National Organization for Rare Diseases (NORD) mengatakan jika hal itu bisa dilakukan untuk membuat vagina atau memperbesar alat genital yang telah ada.

Dilator vagina adalah tabung plastik yang dirancang khusus untuk meregangkan atau memperlebar sejumlah kecil jaringan vagina yang biasanya ada. Kadang-kadang dikenal dengan istilah lesung pipit vagina.
Sedangkan untuk kasus yang menimpa Moats, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan bedah rekontruksi untuk membuat vagina. Biaya operasi diperkirakan mencapai US$ 15 ribu atau setara Rp 200 juta, tidak tercakup dalam asuransi.
"Mereka menganggapnya sebagai operasi kosmetik atau penugasan gender. Sangat menyakitkan untuk menjalani operasi ini dengan asuransi," Kata Moats.
Saat ini, Moats telah membuat halaman GoFoundMe untuk mengumpulkan uang operasi. Hingga 17 Agustus 2017, dia telah mengumpulkan US$ 16.9997 melebihi dana yang yang dibutuhkannya.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari