INFOGRAFIS: Sama-Sama Batuk & Bersin, Ini Beda Gejala Flu Biasa dan Covid-19

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 8 Desember 2020 11:33
INFOGRAFIS: Sama-Sama Batuk & Bersin, Ini Beda Gejala Flu Biasa dan Covid-19
Apa pembedanya?

Dream - Saat ini kita mungkin akan langsung paranoid saat ada orang bersin atau batuk-batuk kecil. Fenomena ini wajar karena salah satu gejala seseorang terinfeksi Covid-19 adalah gangguan di saluran pernapasan.

Waspada memang diperlukan namun harus dipahami juga jika dua gejala itu tak lantas menandakan seseorang membawa virtus Covid-19 ya Sahabat Dream. Kita harus memastikannya melalui tes usap di lembaga yang kompeten di bidangnya.

Memang gejala penyakit flu biasa dan Covid-19 sama-sama disebabkan virus dan menyerang saluran pernapasan manusia. Tapi, kedua virus ini berasal dari golongan berbeda.

Berikut perbedaan gejala antara flu biasa dan COVID-19.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Orang yang terinfeksi Covid-19 dapat berasal dari berbagai rentang usia, baik anak-anak, orang dewasa, ibu hamil atau menyusui hingga orang lanjut usia (lansia). Kalangan yang memiliki riwayat penyakit berat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berada di luar rumah. 

Sedangkan untuk gejala flu biasa, biasanya muncul satu hingga tiga hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit flu.

Orang-orang yang berisiko mengalami flu adalah anak-anak di bawah usia 1 tahun serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 7 halaman

INFOGRAFIS: Begini Proses 'Contact Tracing' COVID-19

Dream - Jumlah pasien positif COVID-19 kian terus meningkat di beberapa titik lokasi di Indonesia. Upaya penelusuran semakin digalakkan pemerintah setiap kali menemukan kasus baru di suatu lokasi.

Kesadaran masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan juga turut membantu mempercepat deteksi penyakit Covid-19. Sebagian lagi harus ditelusuri tim terkait melalui proses contact tracing.

Dikutip dari penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia/WHO, contact tracing adalah seseorang yang terpapar dari orang lain yang terinfeksi virus penyebab COVID-19. Dari dua hari sebelum hingga 14 hari setelah orang tersebut mulai menunjukkan gejala.

Kontak ini harus dilanjutkan dengan pelacakan, melalui sejumlah wawancara dan pencatatan.

Apa saja yang dilakukan petugas untuk contact tracing ini? Berikut jawaban lengkapnya.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Jadi, setiap kontak dihubungi melalui telepon atau secara langsung untuk menentukan apakah mereka memenuhi definisi kontak dan kemudian dipantau.

Setiap orang yang dikonfirmasi sebagai kontak harus diberi informasi tentang tujuan pelacakan kontak, prosesnya (termasuk perlindungan atas data pribadi mereka), dan siapa yang harus dihubungi terkait setiap kekhawatiran atau pertanyaan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 7 halaman

INFOGRAFIS: 5 Waktu Terbaik Mengonsumsi Air Putih

Dream - Khasiat air putih untuk kesehatan tubuh sudah banyak diketahui. Selain menjaga keseimbangan cairan tubuh, air juga bisa membantu mencegah serta mengobati sakit kepala, dan yang paling diincar wanita adalah meningkatkan kecantikan kulit.

Tung Desem Waringina, ahli marketing yang jadi penyintas Covid-19 bahkan menganjurkan para pasien untuk  rutin mengonsumsi air putih. Dia menyarankan air putih hangat baik untuk mengencerkan darah di tubuh pasien yang sering kali mengalami pembekuan. 

Tapi apakah Sahabat Dream bahwa ada waktu-waktu tertentu dalam mengonsumsi air putih agar memaksimalkan manfaatnya?

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Waktu-waktu tersebut rupanya memiliki fungsi tersendiri untuk memaksimalkan pengonsumsian air putih.

3 dari 7 halaman

Waktu Terbaik Mengonsumsi Air Putih

Bangun tidur di pagi hari: Untuk mengaktifkan fungsi organ di dalam tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan yang hilang selama tertidur.

Setelah berolahraga: Untuk menyegarkan serta mengembalikan energimu. Minum air akan mengembalikan detak jantung serta memaksimalkan pemulihan otot.

Setengah jam sebelum makan: Akan memperlancar pencernaan dan mencegah rasa lapar palsu. Sehingga, kamu tidak akan mengonsumsi terlalu banyak kalori setelahnya.

Sebelum mandi: Jika air yang digunakan untuk mandi bersuhu hangat, pembuluh darah akan melebar dan tekanan darahmu bisa turun drastis.

Sebelum tidur: Akan mencegah dehidrasi sepanjang malam dan membantu menghilangkan racun.

Jadi, pastikan kamu rutin konsumsi air putih untuk menjaga stamina tubuh agar terhindar paparan virus COVID-19 yang masih melanda di seluruh dunia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 7 halaman

Bertaruh Nyawa, Kisah Perjuangan Dokter Sembuh dari COVID-19

Dream - Sriyanto merasakan betul betapa beratnya berjuang melawan Covid-19. Tantangannya pun sungguh berat, harus bertaruh nyawa jika sampai tak mampu bertahan.

Dokter bedah sebuah rumah sakit itu bersama putranya harus merasakan ruangan isolasi pada 18-30 November 2020. Keduanya dinyatakan positif Covid-19 pada 18 November 2020 dan langsung diisolasi di RSUD dr Moewardi Solo.

" Saya dan anak saya mengalami kondisi demam dan batuk. Sepanjang perjalanan dari Wonogiri ke Solo, tubuh saya terus menggigil," ujar Sriyanto membagikan pengalamannya.

Kondisi semakin parah karena ada anggota keluarga lain yang juga terkena Covid-19. Ayah mertua Sriyanto yang juga dokter bedah dirawat di ICU RS Karyadi.

" Usianya yang sudah 78 tahun, menjadikannya sangat rapuh menghadapi serangan virus ini. Sudah ada total delapan orang dari keluarga kami yang positif C0vid-19," kata dia.

Kondisi Sriyanto memburuk setiba di ruang isolasi. Demamnya meninggi dan setiap hari dia menggigil. " Bahkan setiap 6 jam sekali harus mengkonsumsi obat pamol (paracetamol) agar tidak menggigil akut," ucap dia.

5 dari 7 halaman

Tak Bisa Mengunyah

Empat hari menjalani isolasi, dia mengalami batuk parah dan seluruh badannya terasa ngilu. Setiap kali mendapat telepon dari keluarga atau teman, batuk Sriyanto jadi makin parah.

Apalagi jika bergerak seperti untuk sholat, batuk tidak berhenti. Sriyanto mengaku sangat tersiksa dan sulit bernapas.

Kondisi semakin parah saat masa isolasi masuk hari keenam. Sriyanto kehilangan kemampuan untuk mencium bau dan mencecap rasa makanan. Mengunyah pun tak bisa lancar.

" Nasi jatah makan terasa sangat keras. Saya berusaha mengunyah tapi gagal. Kerongkonganku terasa sangat sakit," ucap dia.

Sriyanto sampai berkali-kali berusaha mengunyah nasi namun gagal. Dia terpaksa memuntahkan nasi tersebut. Kondisi itu membuat Sriyanto kehilangan kesabaran. Dia sering protes ke perawat mengapa menyajikan makanan yang tidak dimasak secara benar lantaran nasi yang terasa keras.

Penjelasan perawat membuatnya kaget. Perawat mengatakan kepadanya nasi tersebut sudah dimasak dengan baik dan lembek. Tetapi karena Sriyanto sedang sakit, nasi itu menjadi terasa keras dan sulit dikunyah.

" Saya segera tersadar bahwa kondisi ini yang menyebabkan nasi terasa keras sehingga sulit untuk mengunyah sekaligus menelan. Mungkin cairan kelenjar tidak keluar sehingga fungsi saraf menelan terganggu," terang dia.

6 dari 7 halaman

Hampir Menyerah

Hari ketujuh menjadi puncak Sriyanto merasakan sakit. Batuknya makin parah, ditambah diabetes jadi komorbid menjadikan Sriyanto berada di saat-saat genting. Dua tahun sudah Sriyanto harus menjalani suntikan insulin novomik.

Dia hampir menyerah. Apalagi banyak sahabatnya berpikir Sriyanto sedang genting mengingat diabetes yang dia alami. Mereka pun khawatir dokter bedah itu tak terselamatkan.

" Tetapi, malam itu sekaligus penuh mukjizat karena saya mendapat kiriman plasma dari Jakarta. Beberapa hari sebelumnya saya memang memesan dua kantong plasma," kata dia.

Jadilah di hari itu Sriyanto mendapatkan injeksi satu kantong plasma. Selain itu, dia juga meminta untuk disuntik tosilizumab. Dia sadar, harga obat itu tidaklah murah namun harus dipakainya agar dapat pulih. Satu dosis tosilizimab bisa didapatkan dengan harga Rp8 juta.

Meski begitu, khasiat obat itu cepat sekali terasa. Enam jam setelah mendapat suntikan, Sriyanto sudah bisa makan pisang.

" Padahal sebelum disuntik saya tidak bisa menelan, semuanya terasa begitu keras sampai membuat saya frustasi," ucap Sriyanto.

7 dari 7 halaman

Doa Jadi Penguat

Perjuangan melawan Covid-19 menjadi pengalaman yang tak akan pernah bisa dilupakan Sriyanto. Dia berpesan saat mengalami kondisi kritis, percayakan sepenuhnya pada pengobatan medis. Tak kalah pentingnya, doa dan perhatian dari orang sekitar yang sangat membantu proses pemulihan.

" Jangan pernah lelah memberikan perhatian dan doa untuk mereka yang sedang sakit. Sungguh pelukan doa dari orang-orang terkasih begitu berharga," kata dia.

Tak lupa, Sriyanto mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan. " Selalu gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak aman dengan orang lain," kata dia.

Kini, Sriyanto dan anaknya telah sepenuhnya pulih. Kondisi kesehatan mereka kembali normal seperti sedia kala. 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar