Inilah Penjelasan Mengapa Menguap Bisa Menular

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 25 Maret 2019 09:13
Inilah Penjelasan Mengapa Menguap Bisa Menular
Kamu pasti penasaran?

Dream - Cobalah sesekali untuk tidak ikut menguap saat orang di dekatmu melakukannya. Mungkin Sahabat Dream cukup sulit menahan agar tidak ikut menguap.

Menurut sebuah studi baru di Inggris, alasan sulit untuk tidak ikut menguap tersebut dipengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi motorik.

Para ilmuwan merujuk dorongan untuk ikut menguap tersebut sebagai 'menguap yang menular' atau istilah mereka 'Echophenomenon'.

Dengan kata lain, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, itu adalah sebuah peniruan otomatis terhadap perilaku orang lain.

Jenis lain dari Echophenomenon ini termasuk ‘echolalia’ (meniru kata-kata seseorang) dan ‘echopraxia’ (meniru tindakan seseorang).

 shutterstock

Penulis studi senior, Georgina Jackson, mengatakan menguap yang menular sebenarnya bukan hal yang unik bagi manusia.

Profesor neuropsikologi kognitif di University of Nottingham di Inggris itu mengatakan binatang seperti anjing dan simpanse, juga mengalami fenomena itu.

Tetapi alasan mengapa mereka mengalami fenomena menguap yang menular ini, tidak diketahui.

Untuk mempelajari apa yang terjadi di otak ketika seseorang 'meniru' orang lain untuk menguap, para peneliti mengamati 36 orang dewasa.

Mereka diminta untuk menonton klip video orang lain yang sedang menguap. Menggunakan stimulasi magnetik transkranial (TMS), para peneliti mengukur aktivitas otak para peserta selama percobaan.

Setelah itu mereka diminta untuk menahan diri agar tidak menguap atau membiarkan diri menguap sebebasnya.

Kelompok peserta lainnya diminta untuk melakukan hal yang sebaliknya. Tapi kepala mereka diberi alat untuk mensimulasikan motorik korteks yang diduga bertugas mengontrol menguap.

1 dari 1 halaman

Semakin Ditahan Semakin Ingin Menguap

Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa hanya sebagian peserta yang mampu menahan diri agar tidak menguap.

Hanya sedikit yang tak mampu menahan diri untuk menguap secara penuh. Tapi jumlah orang yang tak kuat menahan diri untuk menguap juga meningkat.

Ketika mereka diminta untuk terus menahan diri agar tidak menguap, dorongan untuk menguap malah bertambah kuat.

Dari hasil percobaan ini peneliti menyimpulkan bahwa 'dorongan' untuk menguap meningkat ketika seseorang mencoba menghentikan dirinya dari melakukannya.

 shutterstock

Para peneliti juga menemukan bahwa kecenderungan untuk meniru orang menguap dikaitkan dengan tingkat aktivitas otak pada korteks motorik seseorang.

Temuan ini mungkin memiliki implikasi adanya gangguan neurologis tertentu, seperti sindrom Tourette. Sindrom ini menyulitkan seseorang untuk menolak tindakan tertentu.

Sumber: Livescience.com

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim