IUD Menjadi Pilihanku Agar Bisa Fokus Merawat Buah Hati

Reporter : Ayu Siti Rachma
Selasa, 5 September 2017 07:15
IUD Menjadi Pilihanku Agar Bisa Fokus Merawat Buah Hati
IUD menjadi metode kontrasepsi PilihanKu Andalan yang bisa menjadi alternatif bagi para ibu lainnya yang ingin mengatur jarak kehamilan dengan metode kontrasepsi jangka panjang.

Dream - Bagi pasangan yang baru menikah dan memiliki anak pertama, senang rasanya ketika si kecil sedang asyik mengeksplor dunia barunya. Rasanya dari dalam diri ini tekad pun sudah bulat untuk mengatur jarak kehamilan dengan anak kedua.

Tahun ini usiaku sudah menginjak di atas 35 tahun. Masa-masa rawan ketika hendak hamil lagi sehingga akan termasuk dalam kehamilan risiko tinggi. Putra pertamaku belum lagi selesai masa menyusui secara eksklusif sehingga keinginan untuk mengatur jarak kehamilan dengan anak kedua harus dipikirkan dengan matang. Aku juga harus memperhatikan kesehatan diri sendiri di usiaku sekarang ini.

Sejak awal merencanakan jarak kehamilan anak kedua, aku memastikan untuk memakai alat kontrasepsi IUD karena anjuran teman. Awalnya memang sempat bingung karena ada banyak metode kontrasepsi yang ada, mulai dari suntik, pil kb, IUD, hingga implan. Tapi, aku lebih memilih metode kontrasepsi jangka panjang karena bisa digunakan hingga waktu yang lama dan minim efek samping.

Dari website TundaKehamilan.com/pilihanku aku mempelajari pilihan IUD yang disarankan, yaitu IUD Copper T. Dengan pertimbangan efektivitas cara kerjanya, IUD Copper T menjadi pilihan karena langsung bisa bekerja setelah dipasang. Pada beberapa wanita, ada efek samping perubahan pola menstruasi, tapi tidak sampai menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Berdasarkan informasi yang aku baca, pemasangan IUD hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis profesional, seperti bidan atau dokter. Awalnya aku memang merasa cemas dengan proses pemasangannya yang aku pikir akan terasa sakit. Tapi ternyata malah tidak terasa dan cukup cepat, tidak sampai 5 menit IUD sudah dapat diandalkan efektif 99% melindungi dari kehamilan tidak terencana.

Bentuk alat kontrasepsi ini kecil dan fleksibel, hanya sekitar ±3 cm, tanpa hormon dan tidak mempengaruhi atau mengurangi kesuburan juga tidak mengganggu proses menyusui. IUD ini termasuk alat kontrasepsi jangka panjang untuk penggunaan mulai 3, 5, hingga 10 tahun tergantung jenis yang dipilih. Namun tetap bisa dilepas kapanpun aku menginginkannya.

Sejauh yang kualami belakangan ini, tidak ada efek samping yang membuat khawatir. Hanya misalnya terjadi jangka waktu haid yang jadi lebih banyak namun siklusnya tidak berubah. Aku hanya perlu kontrol secara teratur sesuai dengan jadwal untuk memastikan kondisi IUD masih terpasang dengan baik sehingga kesehatan diri tetap terjaga.

Karena bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan efektivitasnya yang cukup tinggi, IUD dapat menjadi pilihan alat kontrasepsi yang halal dalam mengatur jarak kehamilan. Aku dan suami sudah memiliki perencanaan untuk mengatur jarak kehamilan karena menurutku ini sangat penting untuk kebahagiaan keluarga. Untuk beberapa tahun ke depan, aku ingin mencurahkan perhatian untuk kedua anakku selama masa tumbuh kembangnya. Tapi juga tidak ingin mengurangi kemesraan bersama suami. Metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD adalah solusi yang bisa membantu.

IUD menjadi metode kontrasepsi PilihanKu Andalan yang bisa menjadi alternatif bagi para ibu lainnya yang ingin mengatur jarak kehamilan dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Selain IUD, implan juga bisa menjadi alternatif lainnya. Apapun pilihan alat kontrasepsi yang ingin kamu coba nanti, konsultasikan dulu dengan bidan atau dokter yang berpengalaman ya, demi kenyamanan dan ketenangan hati kita semua.Pelajari lebih lanjut tentang metode kontrasepsi jangka panjang PilihanKu Andalan dengan klik di sini.

Beri Komentar