Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang perempuan Irak dengan bobot 100 kilogram harus menjalani operasi pergantian lutut. Operasi terpaksa dilakukan karena perempuan yang memiliki indeks masa tubuh (BMI) sebesar 44,5 itu mengalami kesulitan berjalan dan sakit punggung yang parah.
Perempuan yang tak disebutkan namanya itu menjalani penggantian lutut total bilateral yang jarang berhasil di Rumah Sakit Khusus Super Vimhans Nayati, Delhi, India.
Menurut pihak rumah sakit, dia didiagnosis menderita osteoarthritis lanjut (tahap 4), di mana pasien mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan dalam memindahkan sendinya.
“ Karena kelainan bentuk sendi lutut, kelemahan sendi, dan tulang yang lemah, pasien menderita lutut yang menyakitkan selama 15-20 tahun terakhir. Dalam hal ini, kelebihan berat badan memberikan tekanan ekstra pada pinggul dan lututnya, menyebabkan kerusakan tulang rawan sendi yang lebih cepat. Dia tidak bisa berjalan atau berdiri lebih dari lima menit, ” kata dr Rajeev Kumar Sharma, Ketua Institut Ortopedi, Kedokteran Olahraga dan Arthroplasti, Vimhans Nayati Super Speciality.
Dilaporkan The Health Site, karena pasien memiliki BMI yang tinggi, membuat prosedur anestesi dan pembedahan harus dilakukan dalm beberapa sesi. Pasien itu, kata Sharma, disebut masuk kategori obesitas kelas 3.
“ Dengan BMI yang tinggi, artroplasti lutut total hampir tidak mungkin operasi aman sesuai prosedur, dilakukan. Selain itu, tulang yang lemah membuat fiksasi implan tidak terkendali," ujar dia.
Untuk memastikan operasi ini dapat berguna lebih lama, para ahli medis menggunakan sambungan yang bertahan hingga 20 hingga 25 tahun.
“ Kami telah memulihkan anatomi sendi dan keselarasan anggota gerak. Sekarang, kedua kakinya lurus dengan gerakan penuh sendi lutut, memastikan dia berjalan dengan mudah,” ujar dia.
(Sah, Laporan: Ratih Permata Sari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya