Keputihan Bisa Jadi Pertanda Kanker, Segera Periksa

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 14 Februari 2019 08:43
Keputihan Bisa Jadi Pertanda Kanker, Segera Periksa
Bisa jadi normal, tapi bisa juga gejala kanker serviks.

Dream - Mungkin Sahabat Dream pernah mendengar bahwa keputihan yang tidak berwarna dan berbau masih terbilang aman serta wajar dialami. Terutama ketika kelelahan dan perubahan hormon.

Namun demikian jangan menganggap sepele keputihan, terutama jika terjadi terus-menerus dan bau. Pasalnya, keputihan juga bisa gejala kanker serviks atau leher rahim.

" Keputihan sangat normal dialami. Biasanya karena kelelahan, stres atau infeksi kuman," ujar Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Andrijono, di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

" Keputihan juga bisa karena tumor jinak, kanker atau polip karena kanker bisa mengeluarkan lendir," tambah dia.

Sebuah pengalaman disampaikan anggota komunitas Cancer Information and Support Center (CISC), Untung Endang Suryani. Dia mengalami keputihan dan setelah diperiksa divonis mengidap kanker serviks.

" Tadinya, saya pikir ini gejala menopause. Usia saya kan sudah 50 tahun. Apalagi, tidak berwarna, berbau dan saya rajin pap smear. Tapi, ternyata keputihan terus terjadi. Sampai saya enggak bisa bangun, baru minta ke dokter dan divonis kanker serviks," ungkap Endang.

Dia sempat mencoba berbagai obat herbal yang murah hingga mahal. Tapi, obat-obatan tersebut tidak berhasil memperbaiki kondisinya.

" Saya biasakan konsumsi kunyit putih. Katanya bisa mencegah dan menyembuhkan kanker. Tapi ternyata masih keputihan juga. Sudah coba berbagai obat yang murah sampai mahal tapi hasilnya nggak ada," imbuh Endang.

1 dari 1 halaman

Hindari Obat Herbal

Untuk mengatasi keputihan, apalagi kanker, tidak disarankan mengonsumsi obat herbal. " Dibutuhkan jumlah yang banyak kalau pakai herbal," ujar Andrijono.

Jika mengalami keputihan dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya diperiksa ke dokter dan diobati. Lakukan pemeriksaan pap-smear secara rutin.

 Muslimah Harus Hati-hati Memilih Pola Henna

" Kalau masih keputihan setelah sembuh, coba tes pap smear dan HPV (human papillomavirus)," saran dr. Andrijono.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ada virus HPV, segera lakukan vaksin. Vaksin kanker serviks bisa diberikan mulai usia 9 tahun.

" Untuk mereka yang berusia 13 tahun ke atas, 3 kali vaksin dalam kurun waktu setahun. Sekali vaksin sekitar Rp770 ribu," jelas Venita, Ketua Bidang Layanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik