Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Di tengah maraknya COVID-19, mencuci tangan sudah menjadi protokol. Dokter menyarankan, mencuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk membersihkan kuman penyebab penyakit dari tubuh.
Tetapi selain mencuci tangan, kita sering lupa dalam menjaga agar kuku kita tetap pendek. Kenapa?

Karena kuku yang tumbuh di luar ujung jari dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan, ujung kuku harus berukuran kurang dari 1/4 inci dari panjang kuku.
Editor WebMD Medical, Dr. Neha Pathak mengatakan, kuman dan bakteri juga dapat bersembunyi di cat kuku yang terkelupas.
" Memotong kuku juga memungkinkan virus untuk bersembunyi di celah-celah, jadi berikan perhatian khusus pada area-area itu dan menghilangkan cat kuku jika itu penting," jelas Pathak.

Memakai cincin juga dapat membuat siapa pun berisiko terkena kuman penyebab penyakit.
" Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit di bawah cincin mengandung lebih banyak kuman daripada daerah kulit yang sebanding dengan jari tanpa cincin," tertulis di situs web CDC.

Selalu cuci tangan, menjaga kuku agar tetap pendek, melepaskan cat kuku yang terkelupas, dan melepas perhiasan di tangan dapat menghindari diri kita dari kuman dan bakteri.
(Sumber: Femalenetwork, Laporan: Cindy Azari)
Dream - Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Corona covid-19. Pencegahan terus dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus Corona.
Orang – orang mulai memberlakukan social distancing, work from home, bahkan beberapa daerah sudah melakukan lockdown.
Bagi para wanita, tentu menjaga kebersihan juga menjadi prioritas utama di tengah pandemi virus Corona ini.
Mulai dengan memperhatikan kebersihan rumah, kebersihan anggota keluarga, dan menjaga asupan makanan bagi anggota keluarga.
Akhir – akhir ini terdapat video viral yang memperagakan penggunaan sabun untuk mencuci sayur dan buah. Dalam video itu dikatakan jika cara ini bisa menghindari penularan virus Corona. Namun, para ilmuwan tidak membenarkan hal tersebut.
Nah, berikut Dream merangkumkan informasinya untuk kalian.

© © MEN
Dalam sebuah video, Jeffrey VanWingen, seorang dokter pribadi keluarga yang bekerja di Grand Rapids, Michigan, mengunggah informasi yang menyarankan masyarakat mencuci sayur dan buah dengan sabun untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Hal itu diungkapkannya dalam postingan YouTube pada 24 Maret lalu. Sejak itu, video tersebut sudah ditonton hingga 16,5 juta kali.
Dalam video itu, ia menyarankan orang-orang untuk tidak berlama – lama saat berbelanja, lalu menyemprotkan disinfektan ke keranjang belanja, dan menyarankan orang yang berusia 60 tahun ke atas untuk tidak bepergian karena termasuk golongan berrisiko tinggi terkena virus Corona.
Namun, ada saran lain yang dianggap kurang ilmiah yang disampaikan olehnya.
VanWingen menyarankan untuk menyimpan bahan makanan yang baru dibeli di garasi atau teras selama setidaknya tiga hari, jika memungkinkan.
Dalam wawancaranya dengan Live Science, VanWingen menambahkan bahwa hal ini tidak berlaku untuk barang-barang dibekukan.
VanWingen juga menyarankan agar kontainer yang dibeli di toko didesinfeksi atau dibuang.

© © MEN
Baru – baru ini, sebuah studi di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus dapat bertahan di atas kardus selama 24 jam, plastik dan stainless steel selama 72 jam.
Tetapi praktik menyimpan barang dan kemudian membersihkan wadah makanan sebelum meletakkannya di lemari es atau dapur tidak diperlukan.
" Kami tidak memiliki bukti bahwa makanan atau kemasan makanan adalah transmisi untuk Virus Corona menyebar” kata Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis kesehatan makanan di North Carolina State University.
Adapun saran desinfektan VanWingen, itu tidak didasarkan pada ilmu apa pun, kata Chapman.
Cara yang lebih baik adalah dengan menyimpannya dan kemudian mencuci tangan dengan sabun dan air, atau hand sanitizer.
Menurut Donald Schaffner, seorang spesialis dalam ilmu pangan dan seorang profesor terkemuka di Rutgers University di New Jersey, seseorang harus membersihkan tangan setelah kembali dari toko.
" Dan jika kamu masih merasa khawatir setelah menyimpan semua bahan makanan, cuci tangan dan atau gunakan hand sanitizer” ungkapnya. Bersihkan tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya