Kuku Panjang Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Covid-19?

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 7 April 2020 07:42
Kuku Panjang Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Covid-19?
Benarkah?

Dream - Di tengah maraknya COVID-19, mencuci tangan sudah menjadi protokol. Dokter menyarankan, mencuci tangan dengan sabun adalah cara terbaik untuk membersihkan kuman penyebab penyakit dari tubuh.

Tetapi selain mencuci tangan, kita sering lupa dalam menjaga agar kuku kita tetap pendek. Kenapa?

 ilustrasi kuku© Shutterstock

Karena kuku yang tumbuh di luar ujung jari dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman.

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan, ujung kuku harus berukuran kurang dari 1/4 inci dari panjang kuku.

1 dari 5 halaman

Kata Ahli

Editor WebMD Medical, Dr. Neha Pathak mengatakan, kuman dan bakteri juga dapat bersembunyi di cat kuku yang terkelupas.

" Memotong kuku juga memungkinkan virus untuk bersembunyi di celah-celah, jadi berikan perhatian khusus pada area-area itu dan menghilangkan cat kuku jika itu penting," jelas Pathak.

 ilustrasi kuku© Shutterstock

Memakai cincin juga dapat membuat siapa pun berisiko terkena kuman penyebab penyakit.

" Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit di bawah cincin mengandung lebih banyak kuman daripada daerah kulit yang sebanding dengan jari tanpa cincin," tertulis di situs web CDC.

2 dari 5 halaman

Ada Kotoran di Celah-celah Cincin

 Ilustrasi cincin© Shutterstock

Selalu cuci tangan, menjaga kuku agar tetap pendek, melepaskan cat kuku yang terkelupas, dan melepas perhiasan di tangan dapat menghindari diri kita dari kuman dan bakteri.

(Sumber: Femalenetwork, Laporan: Cindy Azari) 

3 dari 5 halaman

Mencuci Bahan Makanan dengan Sabun Bisa Cegah Corona? Ini Faktanya Kata Ilmuwan

Dream - Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Corona covid-19. Pencegahan terus dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus Corona.

Orang – orang mulai memberlakukan social distancingwork from home, bahkan beberapa daerah sudah melakukan lockdown.

Bagi para wanita, tentu menjaga kebersihan juga menjadi prioritas utama di tengah pandemi virus Corona ini.

Mulai dengan memperhatikan kebersihan rumah, kebersihan anggota keluarga, dan menjaga asupan makanan bagi anggota keluarga.

Akhir – akhir ini terdapat video viral yang memperagakan penggunaan sabun untuk mencuci sayur dan buah. Dalam video itu dikatakan jika cara ini bisa menghindari penularan virus Corona. Namun, para ilmuwan tidak membenarkan hal tersebut.

Nah, berikut Dream merangkumkan informasinya untuk kalian.

4 dari 5 halaman

Saran-Saran yang Dibuat Sang Dokter


  Supermarket Bikin Panduan Khusus Bagi Suami untuk Belanja Bahan Dapur© MEN

Dalam sebuah video, Jeffrey VanWingen, seorang dokter pribadi keluarga yang bekerja di Grand Rapids, Michigan, mengunggah informasi yang menyarankan masyarakat mencuci sayur dan buah dengan sabun untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Hal itu diungkapkannya dalam postingan YouTube pada 24 Maret lalu. Sejak itu, video tersebut sudah ditonton hingga 16,5 juta kali.

Dalam video itu, ia menyarankan orang-orang untuk tidak berlama – lama saat berbelanja, lalu menyemprotkan disinfektan ke keranjang belanja, dan menyarankan orang yang berusia 60 tahun ke atas untuk tidak bepergian karena termasuk golongan berrisiko tinggi terkena virus Corona.

Namun, ada saran lain yang dianggap kurang ilmiah yang disampaikan olehnya.

VanWingen menyarankan untuk menyimpan bahan makanan yang baru dibeli di garasi atau teras selama setidaknya tiga hari, jika memungkinkan.

Dalam wawancaranya dengan Live Science, VanWingen menambahkan bahwa hal ini tidak berlaku untuk barang-barang dibekukan.

VanWingen juga menyarankan agar kontainer yang dibeli di toko didesinfeksi atau dibuang.

5 dari 5 halaman

Pendapat Ilmiah


  Ilmuwan Inggris Mulai Menguji Vaksin Virus Corona ke Tikus© MEN

Baru – baru ini, sebuah studi di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus dapat bertahan di atas kardus selama 24 jam, plastik dan stainless steel selama 72 jam.

Tetapi praktik menyimpan barang dan kemudian membersihkan wadah makanan sebelum meletakkannya di lemari es atau dapur tidak diperlukan.

" Kami tidak memiliki bukti bahwa makanan atau kemasan makanan adalah transmisi untuk Virus Corona menyebar” kata Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis kesehatan makanan di North Carolina State University.

Adapun saran desinfektan VanWingen, itu tidak didasarkan pada ilmu apa pun, kata Chapman.

Cara yang lebih baik adalah dengan menyimpannya dan kemudian mencuci tangan dengan sabun dan air, atau hand sanitizer.

Menurut Donald Schaffner, seorang spesialis dalam ilmu pangan dan seorang profesor terkemuka di Rutgers University di New Jersey, seseorang harus membersihkan tangan setelah kembali dari toko.

" Dan jika kamu masih merasa khawatir setelah menyimpan semua bahan makanan, cuci tangan dan atau gunakan hand sanitizer” ungkapnya. Bersihkan tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan.

Beri Komentar