Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Olahraga Trampolin
Dream - Banyak cara untuk mengajak anak selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Jika ia mulai malas-malasan saat diajak jogging, berenang atau main basket, saatnya mencoba olahraga yang kini sedang tren, trampolin.
Mungkin hanya terlihat melompat-lompat saja. Tapi sebenarnya melompat di trampolin itu sangat efektif untuk membakar kalori, melatih keseimbangan, fleksibilitas dan kekuatan otot-otot tubuh.
" Jika dilakukan dalam satu program latihan yang baik, maka manfaat yang dihasilkan lebih besar lagi. Riset yang sudah dipublikasikan di beberapa jurnal kesehatan dan kedokteran, menunjukkan trampolin sangat baik untuk penderita penyakit tertentu," ujar Dr. Grace Tumbelaka SpKO dari Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga, dalam diskusi " Manfaat Olahraga Trampoline" yang digelar Jumped Trampoline Fit Club bersama Forum Ngobras di Scientia Square Park, Serpong, Rabu (23/11).
Kini di sekitar Jabotabek sudah ada beberapa klub-klub olahrga yang menyediakan fasilitas trampolin. Salah satunya Jumped Trampoline Fit Club di Scientia Park, Serpong yang akan dibukan pada Januari 2017 mendatang.
Terdapat fasilitas olahraga Jumped Trampoline yang diperuntukkan bagi mereka berusia 16 tahun ke atas. Namun ada juga fasilitas trampolin yang bisa dimainkan anak mulai usia 6 tahun.
Untuk olahraga trampolin sendiri akan didampingi oleh trainer bersertifikat. Tiap orang akan berada dalam satu kotak trampolin yang berukuran 2,35x2,35 meter.
" Latihannya bertahap, mulai dari gerakan sederhana untuk pemula sampai untuk tingkat mahir dengan alat dan gerakan yang lebih kompleks," kata Greg Roe, trainer dan juga atlet trampolin asal Kanada.
Gerakan yang diajarkan merupakan gabungan gerakan untuk melatih strength, cardio, core, balance, dan flexibility. Tidak hanya meloncat, pada tingkat lanjut pun dapat dikombinasikan dengan alat atau olahraga combat.
Laporan: Nanda Febriani
Baca Juga: Waspada Gejala Pendarahan di Kulit Bayi Dua Langkah Penting Kala Membersihkan Mainan Anak Fakta Seru Perkembangan Memori Bayi Berapa Kali Sebaiknya Anak Makan? Anak Perlu Belajar Prinsip Trik Bayi Tetap Nyaman Saat Disuntik, Susui Saja!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya