Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sumber Foto: The Sun
Dream - Bagi sebagian masyarakat Asia dan Timur Tengah, tato henna sudah menjadi tradisi. Tato ini biasanya bersifat sementara dan terbuat dari ramuan herbal yang diolah menjadi pasta henna.
Meski diklaim berbahan alami, tapi terkadang bisa menyebabkan reaksi parah pada kulit. Sebagai contoh yang menimpa bocah berusia tujuh tahun, Theo Luckett, berikut ini.
Bocah asal Inggris itu kemungkinan bisa mengalami cacat seumur hidup setelah membuat tato henna saat berlibur dengan keluarga di Bulgaria.
Saat liburan di Bulgaria itu, Theo mengantre di sebuah lapak yang menawarkan jasa lukis tato henna bersama belasan anak-anak lainnya. Ketika tiba gilirannya, Theo membuat tato henna di bagian lengan atasnya.
Tapi tak lama setelah selesai ditato, lengannya mulai melepuh. Bekas tato henna itu pun membengkak dan berubah menjadi kuning serta mengeluarkan nanah dalam semalam.
Orangtuanya panik dan bergegas membawa Theo ke klinik terdekat di kota tepi pantai Sozopol. Mereka diberitahu bahwa Theo menderita reaksi alergi.
© Dream
Ibunda Theo, Alexandra, yang tinggal di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris, mengaku ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk.
"Kejadian itu mengingatkan kami saat Theo mengalami alergi telur. Beberapa kali kami harus memanggil ambulans karena dia berpotensi mengalami anafilaksis," kata wanita 41 tahun –yang tinggal bersama suami, Jonathan (39 tahun), dan putrinya Charlotte (9 tahun)– itu.
Alexandra menceritakan setelah pulang ke Inggris, lengan Theo tampak mengerikan. Suatu malam Theo terbangun sambil menangis karena lengannya terasa sangat gatal.
© Dream
Alexandra kemudian mengingatkan orangtua agar hati-hati ketika anak meminta tato henna.
"Membuat tato henna itu dimaksudkan untuk menjadi kegiatan yang menyenangkan. Saya merasa kecolongan sebagai orang tua karena kejadian ini," katanya.
"Ada banyak anak ikut membuat tato henna di sana. Dan saya berharap tidak ada di antara mereka yang terkena dampaknya juga. Saya hanya ingin memperingatkan orang tua tentang bahaya tato henna," tambah Al-exandra.
Dokter menganjurkan Theo tidak dekat-dekat dengan bahan kimia tato henna yang bernama para-phenylene diamine (PPD) lagi. Zat itu mematikan karena bisa menyebabkan orang berhenti bernapas.
"Sekarang saya bersyukur dia mulai sembuh. Dokter mengatakan Theo beruntung karena luka bekas tato henna tidak mengalami infeksi. PPD bisa menyebabkan anafilaksis," kata Alexandra.
Anafilaksis adalah reaksi alergi yang tergolong berat karena dapat mengancam nyawa penderitanya. Penyebab yang umum dari reaksi ini adalah gigitan serangga, makanan, dan obat.
Sumber foto: The Sun
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking