Heboh Mel B `Spice Girl` Bersihkan Organ Intim, Berbahayakah?

Reporter :
Rabu, 16 Januari 2019 08:43
Heboh Mel B `Spice Girl` Bersihkan Organ Intim, Berbahayakah?
Ia ingin seluruh jejak sang mantan bersih dari tubuhnya.

Dream - Personel Spice Girl, Mel B,  baru saja menguak fakta mencengangkan terkait dirinya.

Dalam wawancaranya dengan The Guardian, artis yang juga menjadi juri dari X Factor UK ini mengungkap kalau ia melakukan pembersihan area intim vagina demi menghilangkan 'jejak' sang mantan suami, Stephen Belafonte.

Perceraian keduanya sempat menjadi pemberitaan heboh. Mel B bercerita, Stephen melakukan perselingkuhan berkali-kali. Termasuk melakukan kekerasan fisik serta seksual padanya.

Hal itu membuat Mel ingin membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan mantannya. Termasuk di area intim. Pada Desember 2018 lalu, Mel bercerita melakukan prosedur 'vagina scraped' di salah satu klinik di Inggris.

" Mereka (dokter) mengikis bagian dalam vaginaku dan memasukkan jaringan baru. Ini hampir mirip seperti yang dilakukan pada korban perkosaan. Pada dasarnya, seperti ingin menggosok dirimu sampai bersih," ungkap Mel kepada The Guardian, seperti dikutip dari Health.com.

Mel menjelaskan, pengikisan vagina mirip dengan peremajaan vagina (vaginal rejuvenation). Yaitu sebuah teknik berisiko yang menggunakan perangkat laser untuk menghancurkan dan membentuk kembali jaringan vagina dengan tujuan membuat vagina lebih kecil.

 

1 dari 3 halaman

Prosedur yang Tidak Lazim dan Berbahaya

Christine Greves, MD, seorang dokter kebidanan di Orlando Health di Florida, mengungkap kalau ia belum pernah mendengar prosedur semacam itu.

 Peremajaan Area Intim Kewanitaan Bisa Bikin Tampak 'Baru', Penasaran?

 

Rupanya prosedur itu bukanlah hal yang umum. Greeves malah menyarankan para wanita untuk menghindarinya.

" Vagina memiliki sistem alami untuk membersihkan, memulihkan, dan meremajakan sendiri. Setelah berhubungan, vagina akan membersihkan jejak cairan pasangan dalam waktu seminggu," kata dr. Greves.

Prosedur 'vagina scraped' atau mengikis vagina berarti seorang dokter sedang mengangkat lapisan sel permukaan. Padahal sel itu sangat penting untuk melindungi area intim dari infeksi.

Greves menjelaskan dengan membandingkannya dengan menggores lutut di trotoar.

Mengikis seperti membuat luka dan membuat bagian tubuh jadi rentan terhadap infeksi dan rasa sakit, dan hal yang sama bisa terjadi pada vagina.

" Biarkan tubuh melakukan tugasnya," saran Dr. Greves. (ism)

2 dari 3 halaman

Waspada! Perubahan Warna Cairan Organ Intim Jadi 'Alarm'

Dream - Setiap manusia memiliki sistem kekebalan tubuh. Saat diserang virus atau kuman, tubuh akan memberikan tanda kalau sedang dalam kondisi tidak baik. Begitu juga dengan organ intim wanita.

Organ intim akan memberikan tanda kesehatan reproduksi berupa cairan yang keluar dari organ intim. Wanita yang mengalami keputihan normal, akan mengeluarkan cairan yang bening atau putih, kental dan tidak berbau.

Bila Sahabat Dream mengalami keputihan yang tidak normal, bisa jadi terjangkit penyakit menular seksual atau mungkin masalah kesehatan lainnya.

Berikut perubahan warna dari cairan organ intim yang bisa jadi pertanda buruk:

1. Kuning atau kehijauan
Bila cairan berubah warna menjadi kuning, itu merupakan tanda bahwa organ intim sedang terjangkit infeksi trikomoniasis atau gonore. Keduanya adalah infeksi PMS yang memerlukan perawatan medis.

(Ism)

3 dari 3 halaman

4 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Picu Masalah di Organ Intim

Dream - Kesehatan organ intim sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan kebiasaan kita sehari-hari. Menjaganya agar terhindar dari masalah kesehatan merupakan hal penting.

Meski berada di area yang tertutup jangan sampai Sahabat Dream tak memperhatikan kebersihannya.

Beberapa kebiasaan bisa membuat kondisi organ intim jadi bermasalah. Mulai dari keputihan, infeksi, hingga nyeri tak tertahankan. Untuk itu hindari empat kebiasaan buruk berikut kesehatan miss V.

1. Menggunakan celana dalam terlalu ketat

Pilih celana dalam yang nyaman dan tidak ketat. Pastikan bahannya lembut dan mampu menyerap keringat. Ini juga berlaku untuk celana luar atau jins yang digunakan sehari-hari.

Terlalu ketat menyebabkan iritasi di kulit sekitar organ intim. Belum lagi tak ada sirkulasi udara. Hal ini akan dengan mudah memicu pertumbuhan bakteri yang bisa memicu keputihan.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie