Menguak Bahaya Kerokan Saat Masuk Angin

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 19 Februari 2019 09:15
Menguak Bahaya Kerokan Saat Masuk Angin
Masuk angin adalah gejala dari serangan jantung.

Dream - Kerokan sering dipercaya efektif untuk meredakan masuk angin. Banyak orang bahkan mengungkapkan bahwa kerokan lebih baik ketimbang minum obat.

Namun nyatanya, masuk angin atau istilah angin duduk tidak terdapat di dalam dunia medis. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ade Median Ambari, mengatakan, sesungguhnya masuk angin adalah gejala dari serangan jantung.

" Ini sebenarnya merupakan gejala pompa jantung yang terganggu," kata Ade dalam diskusi media bersama AstraZeneca, Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

Dia menambahkan, gejala itu diawali dengan nyeri di ulu hati, badan terasa pegal, mual, dan muntah. " Itulah yang dikira masuk angin," tambah Ade. 

Terhambatnya kinerja jantung disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat. Hal ini dapat memberi sensasi nyeri di bagian dada, pegal, sensasi kesemutan di lengan atas sampai tercekik.

1 dari 1 halaman

Bisa Picu Kematian Otot Jantung

Jika dibiarkan, kata dia, akan terjadi kondisi Sindrom Koroner Akut (SKA) di mana jantung kehilangan kemampuannya untuk bekerja. SKA adalah peristiwa terjadinya kematian otot jantung.

" Semakin luas otot yang mati, maka semakin besar kemungkinan pasien meninggal dunia," tutur Ade.

Kondisi ini harus diatasi dengan tindakan medis. Kerokan justru memperburuk keadaan, terutama untuk pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

Mengenal `Kerokan` di Berbagai Negara© MEN

Sebab, kerokan pada dasarnya hanya melukai pembuluh darah sehingga terlihat merah dari permukaan kulit. Pecahnya pembuluh darah dapat memperbesar risiko kematian.

Masuk angin yang berlangsung lebih dari 20 menit patut dicurigai. Terutama ketika sakit terasa semakin hebat, disertai dengan keringat dingin, mual hingga muntah.

" Dalam penyakit jantung, time is muscle. Masa emas atau golden period hanya 12 jam. Jika lewat dari itu akan semakin jelek prognosisnya bahkan bisa gagal jantung," tambah Ade

Beri Komentar