Menonton Televisi Lebih dari Empat Jam Berisiko Kematian

Reporter : Kusmiyati
Jumat, 20 November 2015 13:02
Menonton Televisi Lebih dari Empat Jam Berisiko Kematian
Risiko kematian akan meningkat 47 persen saat seseorang menonton televisi lebih dari tujuh jam perhari. Sementara untuk yang menonton tiga hingga empat jam maka risiko kematiannya sebesar 15 persen.

Dream - Tidak sedikit yang memilih televisi sebegai sarana hiburan saat libur di rumah. Namun ternyata menurut studi terlalu sering menonton televisi menjadi salah satu penyebab kematian.

Studi di Amerika serikat yang dikutip American Journal of Preventive Medicine, Jumat 20 November 2015 menuliskan, 80 persen orang dewasa di Amerika Serikat menonton TV selama sekitar tiga setengah jam per hari, atau lebih dari setengah dari waktu luang mereka.

" Kita tahu bahwa menonton televisi adalah perilaku paling umum dalam menghabiskan waktu luang. Kami memakai itu sebagai indikator aktivitas fisik secara keseluruhan," kata penulis studi Sarah Keadle, dari US National Cancer Institute.

Para ilmuwan meneliti lebih dari 221.000 orang berusia 50 hingga 71 tahun, yang tidak memiliki penyakit akut selama hampir 15 tahun. Para relawan itu pun dimonitor hingga meninggal dunia.

Diketahui semakin lama seseorang menonton TV setiap harinya maka semakin besar risiko kematian. Hal ini bisa dikarenakan penyakit jantung, kanker, diabetes, pneumonia, penyakit liver dan penyakit parkinson.

Risiko kematian akan meningkat 47 persen saat seseorang menonton televisi lebih dari tujuh jam perhari. Sementara untuk yang menonton tiga hingga empat jam maka risiko kematiannya sebesar 15 persen.

Dalam studi ini peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain seperti merokok, minum alkohol, asupan kalori berlebih dan masalah kesehatan lainnya.

" Meskipun olahraga tidak sepenuhnya menghilangkan risiko yang terkait dengan menonton televisi berkepanjangan. Bagi mereka yang ingin mengurangi waktu menonton televisi dianjurkan untuk menjalani program olahraga teratur sebagai aktivitas pengganti," kata Keadle. (Ism) 

1 dari 4 halaman

Televisi Menyala Saat Tidur Picu Kerusakan Otak

Dream - Kebiasaan menonton televisi hingga larut malam sering mengakibatkan Anda 'ditonton televisi' alias TV terus menyala saat Anda tertidur. Seharusnya ketika menjelang tidur tubuh harus diistirahatkan demi menjaga metabolisme tubuh terutama mengistirahatkan otak dan memberikan kesempatan bagi organ tersebut untuk melakukan istirah.

Jika Anda sering melakukan kegiatan ini, ancaman kesehatan akan mengancam Anda. Menurut Andrillon dan Sid Kouider dalam Jurnal Curren Biology, otak akan tetap bekerja ketika tidur bagian ini mampu memproses informasi dan secara efektif membuat keputusan saat di bawah alam sadar.

Televisi yang masih dalam keadaan menyala dan volumenya masih terdengar akan menggangu kualitas tidur Anda. Gelombang itu akan tetap menembus kelopak mata dan diterima oleh retina dan lensa mata. Dan hal itu akan mengalir ke otak sehingga otak tidak bisa istirahat. Selama televisi menyala otak terus terangsang dan mengolah informasi.

2 dari 4 halaman

Cara Wanita Menopause Atasi Stres

Dream - Sebagai ngara yang berjuluk negeri ginseng, Korea tengah serius memasarkan ginseng merah sebagai salah satu produk kesehatan andalan mereka.

Ginseng khas Korea tersebut diklaim memiliki 37 keunggulan dibanding ginseng asal Amerika, Tiongkok dan Jepang. Maka tak heran jika saat ini Korea dikenal pula sebagai pusat herbal dunia.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa ginseng merah mengandung lebih banyak  ginsenosides. Sebuah zat aktif utama yang terdapat di dalam ginseng. Diungkap Dong Kwon Rhee, profesor dari Sungkyunkwan University, tingkat ginsenosides di dalam ginseng merah Korea sebanyak 38. Sedangkan untuk Amerika hanya 14 dan Tiongkok memiliki 15.

Ginsenosides memiliki struktur kimia yang sama dengan hormon manusia, sehingga dapat membantu mengendalikan aktivitas hormon. Serta menstabilkan kelangsungan saraf-saraf di dalam tubuh manusia.

" Ginseng juga mempengaruhi tekanan darah dan produksi insulin, serta meningkatkan metabolisme tubuh," tutur Rhee saat seminar Ginseng Korea 2015 di JW Marriott Jakarta, Selasa, 17 November 2015.

Lebih jauh Rhee juga menekankan manfaat ginseng merah untuk mencegah dan mengobati sel kanker. Pasalnya di dalamnya terdapat kandungan panaxydol, panaxynol, panaxytriol sebagai zat-zat yang aktif melawan kanker.

3 dari 4 halaman

Mengerikan, Artis Ini Bersin Bersama dengan Tulang Hidungnya

Dream - Kisah hidup Lois Temel, 41, artis Inggris yang pernah membintangi Casualty, sungguh mengerikan.

Wajah di bagian hidungnya berlubang setelah terinfeksi necrotising fasciitis atau kuman kecil pemakan daging. Parasit itu bersarang di bawah kulit hidungnya pada 2007.

Dia pun terpaksa menjalani lima operasi untuk membangun kembali hidungnya, setelah parasit itu menghabiskan jaringan lunak di bawah kulit hidungnya.

Temel, dari Ryde di Isle of Wight, mulai sering merasa lelah dan letih, tapi dokter tidak tahu penyebabnya.

Namun ketika dokter memasukkan kamera ke hidungnya, mereka menemukan necrotising fasciitis, parasit mematikan yang menggerogoti jaringan lunak tubuh.

" Awalnya saya tidak merasakan sakit di wajah. Saya hanya merasa lemah dan lelah sepanjang waktu," katanya.

" Selama sekitar satu tahun saya pergi dari dokter ke dokter lainnya dan ketika mereka memutuskan untuk memasukkan kamera ke hidung, baru mereka tahu penyebabnya dan mengatakan 'wajah Anda bolong'."

" Saya bersin dan darah keluar dari hidung. Saya lihat ke tangan dan ada gumpalan tulang yang ternyata adalah sekat hidung saya."

Temel sangat ketakutan hingga dia ingin bunuh diri. Dia juga kehilangan pekerjaannya dan pindah kembali ke rumah orangtuanya untuk sementara sambil melakukan operasi untuk membangun kembali wajahnya.

Setelah menjalani total lima prosedur untuk merekonstruksi hidung dan drainase paru, serta melakukan terapi bicara dan berbagai jenis fisioterapi, dia sekarang dalam masa pemulihan.

Dia bahkan telah mengambil kelas akting di Royal Academy of Dramatic Art di London, dan berharap untuk kembali ke dunia akting satu hari nanti.

4 dari 4 halaman

Meregang Nyawa Akibat Cacing di Tubuh

Dream - Seorang pria di Kolombia mengalami kasus yang tak lazim. Pria ini didiagnosis mengalami tumor di paru-parunya yang ternyata berasal dari parasit cacing yang mengidap kanker.

Dilansir dari Foxnews, menurut para ahli, ini adalah kasus yang pertama kali dilaporkan.

" Kami terkejut mengetahui cacing yang bersarang di tubuhnya bisa menularkan kanker yang menyebabkan tumor di tubuh pasien," kata Dr Atis Muehlenbachs dari Center for Disease Control (CDC) yang menangani kasus pria 41 tahun tersebut.

Pria itu datang menemui dokter di Kolombia setelah mengeluhkan demam, batuk-batuk dan penurunan berat badan selama beberapa bulan.

Sebelumnya, pria ini juga telah didiagnosis mengidap human immunodeficiency virus (HIV) dalam 10 tahun terakhir. Namun belum menjalani pengobatan.

Pemeriksaan CT menunjukkan ada tumor pada paru-paru dan kelenjar getah bening sang pria. Namun, ketika dilakukan biopsi, kejanggalan ditemukan.

Sel yang diteliti memang seperti sel kanker, namun ukurannya 10 kali lebih kecil dari sel kanker manusia. Setelah dilakukan pemeriksaan DNA, dokter menemukan bahwa sel tersebut berasal dari cacing pita jenis H. nana.

Akhirnya, para peneliti berkesimpulan bahwa HIV yang diderita pasien membuat cacing pita bisa tumbuh bebas dan sel-sel tubuh cacing mengalami mutasi yang berubah menjadi kanker.

Beri Komentar