Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Banyak orang mengira semakin banyak busa saat menggosok gigi semakin bersih rongga mulut, busa di pasta gigi menimbulkan sensasi bersih dan kesat. Namun ternyata, banyak sedikitnya busa tak mempengaruhi kebersihan rongga mulut.
Penelitian pada Jurnal Kedokteran Gigi Norwegia tahun 1999 menyebutkan sodium lauryl sulfate (SLS) merupakan detergen yang paling banyak digunakan di pasta gigi.
Adanya SLS memang melonggarkan perlekatan plak pada gigi sehingga mudah dibersihkan. Tapi SLS menyebabkan penurunan fungsi ludah dalam mengembalikan mineral gigi. Alhasil lubang di gigi sulit dicegah.
Penelitian yang dimuat Jurnal Kedokteran Gigi Eropa 1996 mengungkapkan penggunaan SLS pada pasta gigi berakibat merugikan jaringan lunak di rongga mulut. Adanya SLS menyebabkan kerusakan lebih parah dibanding detergen jenis cocamidopropyl betaine.
Sedangkan yang tanpa detergen sama sekali tak mengiritasi jaringan lunak.
Adanya SLS juga menyebabkan sariawan berulang. Luka di mulut lebih nyeri saat tersentuh dibanding menggunakan pasta gigi yang tanpa detergen.

Sayangnya, rata-rata produk pasta gigi yang ada di pasaran mengandung detergen jenis SLS. Jarang yang dibuat tanpa detergen dan menghasilkan busa yang sedikit. Satu-satunya pasta gigi tanpa detergen yang mengandung enzim aktif adalah pasta gigi Enzim Fresh Mint.
Pasta gigi enzim diformulasikan tanpa mengandung sodium lauryl sulfat (SLS) yaitu salah satu bahan pembentuk busa, sehingga tidak memerlukan tambahan air kumur untuk proses kerjanya. Cukup gerakan menyikat gigi yang akan merangsang keluarnya air ludah lebih banyak.

Air liur akan akan bereaksi dengan kandungan zat aktif yang ada di dalam pasta gigi Enzim FreshMint. Hasil akhir dari reaksi antara komponen air ludah dan enzim-enzim yang berasal dari pasta gigi adalah hipotiosianat.
Hipotiosianat berfungsi menghambat proses metabolisme bakteri, sehingga bakteri dapat dikontrol perkembangbiakannya. Jika bakteri dapat dikendalikan maka kesehatan gigi dan rongga mulut akan terjaga.
Yuk Sahabat Dream pilih pasta gigi yang bebas detergen seperti Enzim Fresh Mint agar gigi tetap bersih dan kesehatan rongga mulutmu senantiasa terjaga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya