Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Cegukan kerap muncul tiba-tiba usai mengonsumsi makanan. Meskipun tergolong tak berbahaya, banyak orang yang tak nyaman karena harus mengeluarkan suara mirip berdahak.
Dilaporkan IFL Science, mekanisme penyebab cegukan dimulai dari otot diafragma. Otot yang terletak diantara paru-paru dan perut.
Ketika seseorang bernapas atau menarik napas, diafragma akan tertarik turun, membiarkan udara memasuki paru-paru. Tetapi, ketika menghembuskan nafas, otot diafragma akan kendur dan membiarkan udara keluarkan melalui hidung dan mulut.
Tetapi saat cegukan, irtasi akan menyebabkan otot diafragma menjadi kejang. Kondisi itu memaksa laring, atau kotak suara, kontraksi dan menciptakan suara `hik` yang khas.
Selain faktor itu, cegukan juga muncul karena beberapa hal, semisal stres, gugup, pengaruh obat, perubahan mendadak suhu udara, dan menelan udara.
Ada beberapa cara untuk `mengobati` cegukan tersebut. Salah satu yang paling mudah yaitu menahan napas. Cara ini memiliki penjelasan secara ilmiah. Penumpukan karbondioksida di paru-paru dapat menenangkan diafragma.
Cara-cara lain seperti membuat kamu terkejut dan minum air secara terbalik tidak terbukti ampuh. Dua cara itu juga disebut tak punya penjelasan ilmiah.
Kepala pendidikan kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine, Tyler Cymet, selama lima tahun telah meneliti 54 pasien cegukan di rumah sakit. Tetapi, dia tak menemukan cara yang mudah untuk menyembuhkan cegukan.
Meski dapat diobati dengan cara lama, cegukan dengan intensitas panjang selama 48 jam merupakan hal yang membahayakan. Pasien cegukan semacam itu perlu mengecek kondisi tubuhnya ke dokter.
Salah satu kasus cegukan terlama yang pernah dicatata dunia kedokteran yaitu pertarungan 68 tahun cegukan Charles Osborne, 1894-1991.
Osborne dilaporkan mulai cegukan pada 1922. Cegukan itu tidak berhenti hingga 1990 dan dia meninggal setahun kemudian.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti