Alasan Ilmiah Tahan Napas Bisa Obati Cegukan

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 11 Februari 2019 16:45
Alasan Ilmiah Tahan Napas Bisa Obati Cegukan
Hati-hati jika cegukan tak hilang dalam 48 jam.

Dream - Cegukan kerap muncul tiba-tiba usai mengonsumsi makanan. Meskipun tergolong tak berbahaya, banyak orang yang tak nyaman karena harus mengeluarkan suara mirip berdahak.

Dilaporkan IFL Science, mekanisme penyebab cegukan dimulai dari otot diafragma. Otot yang terletak diantara paru-paru dan perut.

Ketika seseorang bernapas atau menarik napas, diafragma akan tertarik turun, membiarkan udara memasuki paru-paru. Tetapi, ketika menghembuskan nafas, otot diafragma akan kendur dan membiarkan udara keluarkan melalui hidung dan mulut.

Tetapi saat cegukan, irtasi akan menyebabkan otot diafragma menjadi kejang. Kondisi itu memaksa laring, atau kotak suara, kontraksi dan menciptakan suara `hik` yang khas.

Selain faktor itu, cegukan juga muncul karena beberapa hal, semisal stres, gugup, pengaruh obat, perubahan mendadak suhu udara, dan menelan udara.

Ada beberapa cara untuk `mengobati` cegukan tersebut. Salah satu yang paling mudah yaitu menahan napas. Cara ini memiliki penjelasan secara ilmiah. Penumpukan karbondioksida di paru-paru dapat menenangkan diafragma.

1 dari 1 halaman

Kasus Cegukan Terlama di Dunia

Cara-cara lain seperti membuat kamu terkejut dan minum air secara terbalik tidak terbukti ampuh. Dua cara itu juga disebut tak punya penjelasan ilmiah.

Kepala pendidikan kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine, Tyler Cymet, selama lima tahun telah meneliti 54 pasien cegukan di rumah sakit. Tetapi, dia tak menemukan cara yang mudah untuk menyembuhkan cegukan.

Meski dapat diobati dengan cara lama, cegukan dengan intensitas panjang selama 48 jam merupakan hal yang membahayakan. Pasien cegukan semacam itu perlu mengecek kondisi tubuhnya ke dokter.

Salah satu kasus cegukan terlama yang pernah dicatata dunia kedokteran yaitu pertarungan 68 tahun cegukan Charles Osborne, 1894-1991.

Osborne dilaporkan mulai cegukan pada 1922. Cegukan itu tidak berhenti hingga 1990 dan dia meninggal setahun kemudian.(Sah)

Beri Komentar
Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis