Pertanda Anak Butuh Konsultasi dengan Psikolog

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 2 Desember 2016 17:29
Pertanda Anak Butuh Konsultasi dengan Psikolog
Membiarkan anak dalam keadaan depresi dalam waktu lama bisa membawa dampak buruk.

Dream - Anak-anak menghadapi banyak kendala saat mereka tumbuh dewasa. Mereka mengalami hal-hal seperti stres, kesedihan, dan intimidasi dari lingkungannya yang mungkin tak Anda sadari.

Orangtua sering menganggap sikap anak yang berubah negatif akan mereda atau menghilang dengan sendirinya. Tapi sebenarnya mereka membutuhkan bantuan dan dukungan.

Membawanya pada psikolog atau terapis khusus bisa jadi pilihan tepat. Membiarkan anak dalam keadaan depresi dalam waktu lama bisa membawa dampak buruk bagi kondisi psikisnya.

Untuk itu, pertimbangkan untuk membawa anak berkonsultasi dengan profesional di bidang psikologi, jika menemui tanda-tanda ini pada anak.

1. Anak kesulitan bersosialisasi di rumah, sekolah dan lingkungan lain
Pada anak yang mengalami masalah emosi, mereka cenderung sulit bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Segera konsultasi, jika mulai muncul keluhan dari banyak orang terkait sikap anak dan Anda kesulitan menghadapinya.

Psikolog bukan hanya membantu menganalisis masalah yang dihadapi anak. Nantinya orangtua juga akan dipandu untuk bersikap saat menghadapi anak.

2. Mengisolasi diri dari pertemanan
Masalah pertemanan yang dialami anak kadang membuat mereka sangat stres. Apalagi jika dikucilkan dari kelompoknya.

Jika ia mulai mengurung diri selama berminggu-minggu dan tak mau berbicara pada Anda serta teman-temannya, bisa jadi ia kondisinya sangat terpuruk. Pertimbangkan untuk berkonsultasi, bisa jadi ia mengalami bullying.

3. Tak mau makan dan sulit tidur
Kehilangan nafsu makan dan sering terbangun tengah malam juga tanda anak sedang dilanda kecemasan mendalam.

Coba tanyakan perbedaan sikapnya, jika ia tak banyak menjawab dan prestasinya di sekolah menurun drastis, segera cari bantuan. Mendiamkannya bukan sikap yang tepat.

4. Banyak melamun atau menyakiti diri sendiri
Tatapannya kosong, lebih banyak berdiam diri, juga sebenarnya 'alarm' yang patut diwaspadai. Apalagi jika anak mulai menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala, menendang tembok atau perilaku kasar lain. Padahal sebelumnya anak tak pernah bersikap demikian.

(Ism, Sumber: AHA Parenting)

 

Baca Juga: Jangan Jadi Orangtua Pria Ditangkap Karna Menggantungkan Putrinya Di Jendela Mobil Foto Menyedihkan Gadis Kecil Kerjakan PR di Pinggir Jalan Menggemaskan, Karateka Cilik vs Sepotong Kayu Orangtua Penyebab Anak `Picky Eater`? Lucunya....Balita Cantik Ini Baca Al Fatihah

Beri Komentar