Penelitian: Rokok Elektrik Turunkan Kesuburan Wanita

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 9 September 2019 16:47
Penelitian: Rokok Elektrik Turunkan Kesuburan Wanita
Sudah dibuktikan pada suatu penilitian.

Dream - Selama ini banyak orang meyakini rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau. Oleh karena itu pula banyak orang yang meninggalkan rokok tembakau dan berpindah ke rokok elektrik.

Tapi sebenarnya keyakinan itu tidak sepenuhnya benar. Rokok elektrik memiliki sejumlah efek yang tak kalah bahaya dengan rokok tembakau. Saat ini bahkan bahaya rokok elektrik sedang menjadi tema hangat.

Sejumlah dokter dan pakar kesehatan juga menyebut rokok elektrik tak lepas dari bahaya. Sejumlah penelitian juga menunjukkan hasil yang sama dengan pendapat para dokter tersebut.

Salah satu hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of North Carolina menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat mengganggu kesuburan dan hasil kehamilan pada wanita muda.

 shutterstock

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, " kami menemukan bahwa penggunaan rokok elektrik sebelum konsepsi secara signifikan menunda implantasi embrio yang dibuahi ke rahim, sehingga menunda dan mengurangi kesuburan," kata peneliti Kathleen Caron dari University of North Carolina.

" Kami juga menemukan bahwa penggunaan selama kehamilan mengubah kesehatan jangka panjang dan metabolisme anak perempuan. Memberikan efek generasi kedua seumur hidup pada janin yang tumbuh," tambah Caron.

1 dari 3 halaman

Temuan Penting

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of the Endocrine Society. Setelah mencoba memaparkan uap rokok elektrik pada tikus betina, penelitian mereka menunjukkan penurunan implantasi embrio dan penundaan yang signifikan dalam permulaan kehamilan.

Keturunan betina yang terpapar rokok elektrik juga gagal menambah berat badannya seperti tikus normal.

 shutterstock

" Temuan ini penting karena mereka mengubah pandangan kami tentang persepsi keselamatan penggunaan rokok elektrik sebagai alternatif untuk rokok tradisional sebelum maupun selama kehamilan," imbuhnya.

Rokok elektrik mendorong peningkatan penggunaan produk tembakau di kalangan kaum muda, catat para peneliti.

Sumber: Miss Kyra

2 dari 3 halaman

Rokok Elektrik Meledak, Gigi Hancur dan Rahang Patah

Dream - Rokok elektrik kerap dipilih banyak orang sebagai alternatif pengganti rokok tembakau. Meski bahaya larutan yang digunakan masih terus dipelajari, namun kerusakan pada mesin rokok elektrik banyak ditemukan. 

Dilaporkan Live Science, sebuah kasus meledaknya mesin rokok elektrik di mulut penggunanya pernah terjadi dengan efek yang mengerikan.

Mengutip laporan yang diterbitkan The New England Journal of Medicine, korban ledakan yaitu, remaja berusia 17 tahun setahun lalu. Korban dirawat di ruang gawat darurat dua jam setelah ledakan.

Ahli bedah trauma pediatrik di Universitas Utah dan Rumah Sakit Anak Primer di Salt Lake City, Amerika Serikat, Katie Russell, mengatakan, ledakan mesin itu membuat gigi pengguna hancur dan rahang bawahnya patah.

Katie mengatakan, beberapa gigi perlu dicabut karena rongganya hancur.

Bocah itu juga membutuhkan lempeng gigi yang diletakkan di bawah gusi bawahnya untuk menstabilkan tulang rahangnya.

" Tetapi mulutnya masih belum bisa ditutup dengan benar, sehingga dokter menutup rahangnya selama enam minggu untuk memberikan waktu untuk sembuh," kata Katie.

Katie dan rekan-rekannya ingin mempublikasikan kasus ini karena mereka terkejut dengan tingkat cedera yang terjadi akibat rokok elektronik.

" Ketika saya bertemu pasien ini, saya tidak tahu bahwa Vape bisa berdampak seperti ini. Dibutuhkan banyak kekuatan untuk mematahkan rahang Anda," kata Russell.

3 dari 3 halaman

Belum Punya Gigi Pengganti

Sekarang sudah lebih dari satu tahun sejak insiden bocah itu. Selama waktu itu, lebih banyak laporan tentang ledakan rokok elektrik telah terungkap.

Meski belum punya gigi pengganti karena masalah asuransi, kebiasaan remaja itu menggunakan rokok elektrik telah berhenti. " Dia benar-benar berhenti semua rokok setelah kejadian ini," ujar dia.

Pada Februari 2019, seorang pria 24 Texas, Amerika Serikat, meninggal setelah mesin rokok elektriknya meledak di wajahnya dan merobek arteri utama di lehernya, menurut CNN.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) tak jelas penyebab pasti dari ledakan ini tidak jelas. FDA menduga, masalah perangkat baterai dapat menyebabkan ledakan semacam ini. 

Untuk membantu mencegah ledakan semacam ini, FDA menyarankan agar pengguna menghindari pengisian rokok elektrik semalaman atau membiarkan perangkat tanpa pengawasan saat pengisian daya, hindari menggunakan pengisi daya ponsel atau tablet dengan perangkat, ganti baterai mesin rokok elektrik jika rusak atau basah; dan lindungi perangkat dari suhu panas atau dingin yang ekstrem, seperti tidak meninggalkannya di bawah sinar matahari langsung atau dalam mobil dingin atau panas untuk waktu yang lama.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie