Suka Menelan Dahak Bisa Berbahaya? Cari Tahu Faktanya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 14 Juli 2020 08:12
Suka Menelan Dahak Bisa Berbahaya? Cari Tahu Faktanya
Kita tak boleh batuk, apalagi sampai buang dahak dan meludah sembarangan.

Dream - Batuk dan berdahak sebelumnya jadi keluhan yang umum, namun kini bisa memunculkan kekhawatiran dan bahkan membuat panik orang sekeliling. Hal ini tentu saja karena virus Covid-19.

Kita tak boleh batuk, apalagi sampai buang dahak dan meludah sembarangan. Saat batuk dan keluar dahak, lalu tak ada kamar mandi atau tisu, terpaksa menelan dahak karena tak mungkin membuangnya begitu saja dari mulut.

Lalu apakah menelan dahak berbahaya? Sebenarnya, menelan dahak tidak memberikan efek negatif, meski dahak berisi bakteri dan virus. Nantinya dahak tersebut akan dicerna dalam lambung dan asam lambung akan mengolahnya.

Nah, jika seseorang yang menelan dahak dan memiliki masalah lambung, seperti asam lambung tinggi nantinya bisa memicu rasa mual. Bila tak tertahankan, bukan tidak mungkin menyebabkan muntah.

 

1 dari 4 halaman

Dahak Berisi Virus dan Bakteri

Untuk itu, jika memang Sahabat Dream kerap mengeluarkan dahak saat batuk, sebaiknya selalu bawa tisu baik kering maupun basah ke mana pun. Sehingga dahak bisa langsung dibuang dan tak ditelan.

 Batuk Pilek Tak Mudah Menular di Rumah, Ini Kuncinya© MEN

Pastikan juga membuangnya di area yang tak banyak orang, karena dahak berisi virus dan bakteri yang bisa dengan mudah menular. Fakta lain soal dahal adalah warnanya bisa mengindikasikan jenis infeksi.

Jika dahak berwarna kuning pekat atau kehijauan hal ini dapat menunjukkan infeksi bakteri atau virus. Bila dahak berwarna kemerahan atau seperti batuk berdarah maka bisa menandakan infeksi pernapasan serius, seperti TBC, bronkitis, pneumonia, hingga kanker paru.

Selengkapnya baca di Diadona.id

2 dari 4 halaman

Batuk Terus Muncul Setelah Demam, Haruskah Khawatir?

Dream - Demam merupakan penanda kalau sistem imunitas tubuh sedang 'berperang' melawan virus atau bakteri. Setelah suhu tubuh turun menuju normal antara 36 hingga 37 derajat celcius, kita pun merasa lebih baik.

Sayangnya, tak selalu demikian. Penurunan demam tak selalu jadi patokan kalau gejala lain akan mereda secepatnya. Mengapa demikian?

" Banyak pasien yang ingin pilek hanya berlangsung beberapa hari, tetapi orang dapat memiliki gejala selama satu atau dua minggu, bahkan tiga minggu dari virus biasa," kata dr. John Dougherty, dokter perawatan primer di UCLA Health, Beverly Hills, California.

Ia menjelaskan bahwa gejala-gejala seperti batuk yang disebabkan oleh virus flu atau infeksi sama-sama disebabkan oleh kondisi dari respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

" Kita memiliki sel darah putih yang akan bergerak untuk melawan apapun yang menyebabkan penyakit, jadi bahkan setelah flu tubuh masih melakukan proses dalam menyelesaikan peradangan dan dapat menyebabkan gejala persisten," kata Dougherty.

Lendir menumpuk ketika flu, rongga hidung dan sinus akan terus meneteskan lendir di belakang tenggorokan. Hal ini akan memicu efek menggelitik.

" Kondisi tersebutlah yang membuat kita ingin batuk," ujar dr. Laura Boyd, perawatan primer di Pusat Kesehatan Elmhurst-Edward di Addison, Illnois.

Boyd mengatakan produk pembersihan sinus dapat membantu membilas sinus. Konsumsi obat antihistamin, juga dapat membantu mengeringkan lendir.

 

3 dari 4 halaman

Infeksi Sekunder dan Asma

Batuk yang terus menerus juga bisa karena infeksi sekunder. Contohnya pada kasus pneumonia pasca-virus.

" Kadang kita mendapatkan infeksi virus seperti flu, kemudian sistem kekebalan tubuh akan sibuk melawannya dan infeksi bakteri dapat terjadi sehingga membutuhkan perawatan kedua kalinya atau perawatan yang berbeda berbeda," kata Dougherty.

 asma © Shutterstock

Batuk juga dapat disebabkan oleh asma. Orang yang terkena flu dan memiliki riwayat asma butuh penanganan lebih.

" Saluran udara kecil ke paru-paru dapat menyempit dan itu akan menyebabkan sesak, ketika mendapatkan sesak dan batuk, kitu bisa menjadi penyakit yang lain selain batuk dan pilek," kata Boyd.

 

4 dari 4 halaman

Saat batuk pertanda gangguan serius

Untuk masalah batuk yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan kanker paru-paru, Dougherty mengatakan sangat sedikit orang yang menderita batuk juga menderita kanker paru-paru.

" Tapi, tidak ada yang tahu tubuh kamu sebaik diri kamu sendiri, jadi jika merasa ada sesuatu yang tidak beres, maka pergilah periksa," katanya.

 Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!© MEN

Ada tanda yang haru diwaspadai dan batuk harus segera diperiksakan. Antara lain saat batul lebih dari dua minggu, jika ada perubahan batuk seperti batuk kering menjadi batuk berlendir atau batuk berdarah.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: HealthLine

Beri Komentar