Ternyata Kurang Gizi Juga Pengaruhi Si Kecil Tumbuh Tinggi

Reporter : Ayu Siti Rachma
Minggu, 26 November 2017 07:30
Ternyata Kurang Gizi Juga Pengaruhi Si Kecil Tumbuh Tinggi
Ternyata asupan gizi yang kurang bisa membuat anak berisiko mengalami masalah gizi kronis seperti stunting. Apa itu?

Dream - Tren gaya hidup masyarakat kini sudah semakin berkembang. Kemunculan berbagai hal yang berbau ‘kekinian’ mulai dari makanan hingga gaya hidup sekarang jadi makin populer. Misalnya saja makanan yang trendi, enak, dan mudah dijangkau banyak diminati oleh anak muda masa kini. Padahal, belum tentu apa yang mereka konsumsi memiliki kandungan gizi seimbang yang diperlukan tubuh.

Gizi seimbang termasuk salah satu topik yang masih sering diabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Terlebih belum semua masyarakat Indonesia terbebas dari masalah gizi. Sekilas mungkin anak terlihat baik-baik saja. Tapi, ternyata asupan gizi yang kurang bisa membuatnya berisiko mengalami masalah gizi kronis seperti stunting. Apa sih yang dimaksud dengan stunting?

Mengenal Istilah Stunting

Stunting sendiri belum menjadi istilah yang banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dikutip dari jurnal STUNTING DAN MASA DEPAN INDONESIA yang dipublikasikan oleh Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-I), stunting merujuk pada pertumbuhan tubuh yang pendek. Hal ini disebabkan oleh masalah gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang nggak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Risiko stunting sendiri sudah mengintai sejak janin dalam kandungan dan dapat diketahui ketika balita sudah diukur panjang dan tinggi badannya. Ketika hasil pengukuran dibandingkan dengan standar dan hasilnya berada di bawah normal dapat diketahui ia menderita stunting. Kondisi kekurangan gizi sejak usia dini ini bisa meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan si penderita mudah sakit dan memiliki postur tubuh yang nggak proporsional saat beranjak dewasa.

#sadarstunting

Nggak hanya sebatas itu, kemampuan kognitif anak juga berkurang akibat masalah gizi ini. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi prestasinya di sekolah. Kondisi stunting di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut data yang dikutip dari jurnal SITUASI BALITA PENDEK yang dipublikasikan oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2016, prevelansi status balita yang mengalami stunting naik di angka 37,2% pada tahun 2013, jika dibandingkan pada tahun 2010 yang berada di angka 35,6%. Lantas, gimana bisa membangun bangsa yang besar kalau kebutuhan gizi anak saja tidak bisa dipenuhi dengan optimal?

Pemenuhan Gizi Seimbang Itu Penting!

Stunting sebenarnya bisa dicegah sejak dini. Kuncinya adalah pemenuhan kebutuhan gizi secara seimbang sejak janin di dalam kandungan. Berdasarkan data-data yang terdapat dalam jurnal yang dipublikasikan oleh MCA-I, stunting bisa dicegah kok lewat pemenuhan kebutuhan gizi seimbang yang terkadang masih kurang diperhatikan orang tua jaman sekarang. Kebanyakan lebih menyukai memberi berbagai macam makanan asal anak mau makan, beberapa di antaranya karena alasan ekonomi sehingga abai terhadap kebutuhan gizi anak.

Millennial Wajib Tahu Kriteria Makanan Bergizi Seimbang

Banyak yang bilang kalau millennial adalah kaum yang selalu update. Tapi, apakah kamu sudah tahu kriteria makanan yang mengandung gizi seimbang? Menurut jurnal PEDOMAN GIZI SEIMBANG yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2014, makanan bergizi seimbang adalah yang mengandung komponen cukup secara kuantitas, mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Coba deh cek dulu, apakah makanan yang kamu konsumsi sudah memiliki kriteria tersebut?

#sadarstunting

Memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Janin dalam Kandungan

Ternyata, memenuhi kebutuhan gizi generasi bangsa itu harus diawali sejak bayi di dalam kandungan. Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang. Konsumsi suplemen seperti tablet zat gizi juga penting buat memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan gizi pada bayi bisa dilakukan dengan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan. Kalau sudah melewati usia tersebut, bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas dengan memperhatikan kandungan gizinya. Jangan lupa balita juga harus terus dipantau pertumbuhannya secara rutin di Posyandu, supaya jika ada gangguan pertumbuhan bisa dideteksi sedini mungkin.

Gizi Bukan Hanya Soal Makanan, Tapi Juga Gaya Hidup

Ternyata, gizi seimbang bukan hanya soal makanan saja. Kamu juga wajib memperhatikan gaya hidup secara menyeluruh untuk mencegah stunting. Dalam jurnalnya, MCA-I juga menjelaskan fakta kalau faktor sanitasi atau kebersihan lingkungan juga bisa mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak. Hal ini disebabkan karena anak usia di bawah 2 tahun rentan terkena berbagai infeksi dan penyakit.

#sadarstunting

Tak hanya itu, kebiasaan tubuh untuk terus bergerak seperti melakukan olahraga rutin dan selalu memantau kesehatan tubuh sendiri juga penting untuk membebaskan generasi penerus bangsa dari risiko stunting. Jadi, dengan memperhatikan asupan nutrisi tepat yang diserap tubuh dapat mengoptimalkan pertumbuhan tubuh jadi lebih tinggi, menutrisi otak yang bisa merangsang kecerdasan sehingga bisa meraih prestasi yang diimpikan.

Yuk, saatnya jadi generasi kekinian yang #SadarStunting dengan memperhatikan asupan gizi seimbang. Dengan begitu, kamu bisa menciptakan generasi bangsa yang tinggi, cerdas, dan berprestasi! Info lebih lengkap klik di sini.

 

 

Beri Komentar