Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah survei terbaru dari pembuat aplikasi Sleep Cycle berhasil menguak tren jam tidur masyarakat dunia. Hasilnya, 66 persen penduduk dunia tidur larut malam pada hari Minggu.
Hasil survei ini diperoleh dari pola jam tidur dari 941.329 orang di seluruh dunia berusia 18-55 tahun. Data diperoleh dari 47 negara di dunia.
Studi Sleep Cycle, seperti dikutip Dream dari laman arabianbusiness, Selasa, 12 Mei 2015, mengungkapkan Indonesia termasuk salah satu dari tiga negara yang menghabiskan liburan di hari Minggu.
Penduduk Indonesia diketahui hanya tidur 6 jam 21 menit selama hari Minggu. Lamanya jam tidur ini sedikit lebih banyak dibandingkan Taiwan yang menghabiskan 6 jam 15 menit.
Di posisi teratas, penduduk Korea merupakan negara yang memiliki jam tidur terpendek pada hari Minggu selama 5 jam 53 menit.
Sleep Cycle juga mencatat mayoritas penduduk dunia menyambut hari Minggu dengan mood baik. Meksiko, Kolumbia, Chili adalah negara paling bahadia di hari Minggu pagi.
Sebaliknya, anggapan hari Senin sebagai waktu paling dibenci mungkin ada benarnya. Mayoritas penduduk dunia, bangun lebih cepat pada awal pekan ini.
Penduduk Afrika Selatan (Afsel) biasanya bangun pukul 6.09. Sementara warga Swiss bangun 24 menit lebih cepat dari Afsel.
Sementara penduduk Inggris biasanya bangun pukul 7.16 pada hari Senin, lebih cepat dibandingkan hari lainnya.
Untuk negara dengan mood terjelek di hari Senin, negara seperti Finlandia, Hong Kong, Irlandia, Jerman, dan 11 negara lainnya mungkin yang paling menderita.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya