Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Seksi Bimbingan Ibadah, Ansor Sanusi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 10 bus yang telah dimodifikasi disiapkan untuk safari wukuf jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.
Sebanyak empat dari 10 bus digunakan untuk mengangkut jemaah uzur yang berbaring. Masing-masing bus memuat lima hingga delapan orang.
Sementara, enam bus lain dikhususkan untuk jamaah uzur dalam posisi duduk. Kapasitasnya 20-30 orang.
" Bus sudah dimodifikasi menyesuaikan dengan kondisi pasien. Kendaraan sudah dikondisikan untuk tetap menjaga kenyamanan jamaah uzur,” kata Ansor, di Kantor Urusan Haji (KUH) Mekah, Minggu 19 Agustus 2018.
Nantinya, setiap bus akan disiagakan petugas haji yang bertugas sebagai pembimbing ibadah, petugas pembantu umum, dan tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat.
Jumlah jamaah uzur yang mengikuti safari wukuf mencapai ratusan orang. Kriterianya adalah mereka yang harus dirawat tanpa menggunakan alat medis, seperti alat bantu pernafasan dan lainnya.
Direktur Klinik Kesehatan Haji (KKHI) Mekah, Nirwan Satria, mengatakan prosesi safari wukuf dimulai pada Senin, 20 Agustus 2018, dinihari. Petugas kesehatan akan membersihkan jemaah uzur, mulai dari mandi hingga memakaikan ihram.
Usai dikenakan ihram, jemaah akan dibimbing membaca niat haji. Setelah sarapan pagi dan minum obat, peserta safari wukuf masuk ke dalam bus yang ditentukan dan diberangkatkan ke Arafah.
Sampai di Arafah, jemaah haji yang sakit tidak meninggalkan kendaraan. Mereka tetap duduk dan berbaring di dalam bus.
" Inti haji adalah wukuf, karena itu sebisa mungkin jemaah diusahakan untuk ke Arafah selama memungkinkan," kata Kepala Bimbingan Ibadah PPIH Mekah KH Ali Zawawi.
Selesai wukuf, jemaah sakit akan dipulangkan ke KKHI untuk menjalani perawatan. Sementara untuk mabit di Muzdalifah dan lempar jumrah di Mina serta tawaf ifadah akan dibadalkan.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya