5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream – Menjelang puncak pelaksanaan haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memerhatikan pelaksanaan ibadah saat Armina.
Setelah tiba di Mekah, jemaah akan menghadapi puncak haji, yaitu berwukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina.
“ Tiga prosesi tersebut akan menjadi perhatian utama,” kata Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Nizar Ali di Mekah, Jumat 3 Agustus 2018.
Menurut Nizar, pada musim haji kali ini, petugas tidak akan terkonsentrasi di satu titik. Petugas dari Daerah Kerja Bandara, Mekah, dan Madinah, akan disebar ke sejumlah pos agar bisa lebih menjangkau jemaah yang perlu pertolongan dan kelelahan.
“ Sekarang menjadi kesatuan. Armina tidak lagi dibebani kepada satu daerah kerja. Semuanya harus turun nanti,” kata Nizar.
Pada tahun lalu, petugas haji mengalami kendala menyisir jemaah yang kelelahan saat jumrah aqabah setelah mabit di Muzdalifah. Banyak jemaah yang duduk di bawah terik matahari.
Sementara itu, tim kesehatan akan dipusatkan di tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk menangani jemaah sakit.
Nizar mengatakan tahun ini akan ada tim penyisir jamaah. Mereka berasal dari personel perlindungan jamaah (linjam) dan kesehatan. Tim pertolongan pertama pada jemaah haji (P3JH) juga akan diturunkan.
Adapun pelayanan katering, kata Nizar, tak boleh berhenti. Petugas akan mengawasi produksi dan distribusi makanan jemaah.
Hal ini merupakan komitmen pelayanan haji tahun ini untuk memberikan makan kepada jamaah sebanyak 40 kali. Dapur akan disiapkan di Arafah dan Mina.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pelayanan tenda di Armina pada 2017 merupakan indeks kepuasan terendah. Nilainya sebesar 75,55 persen atau turun 1,75 poin dibandingkan 2016.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?