Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Berbelanja Di Pasar Seng (Dream)
Dream – Rangkaian ibadah haji sudah selesai. Sehingga, sebagian jemaah yang tinggal di Mekah memanfaatkan waktu dengan beribadah dan mencari buah tangan.
Salah satu pasar yang menjadi tujuan para jemaah haji yaitu Pasar Jaafariyah. Pasar ini dikenal oleh sebagian warga Indonesia dengan sebutan Pasar Seng.
Sebutan Pasar Seng muncul karena dulunya lapak-lapak pasar ini menggunakan seng sebagai atapnya.
Tapi, kini kesan kumuh Pasar Seng telah berganti. Deretan toko dengan rak-rak kaca menjadi tontonan yang jamak.
Pasar Jaafariyah menjual berbagai pernak-pernik buah tangan. Mulai dari sajadah hingga obat-obatan herbal.

Jemaah haji asal Riau yang tergabung dalam kloter BTH 03, Baharuddin, membeli membeli baju-baju khas Timur Tengah dan sajadah untuk keluarga di Tanah Air.
Meski begitu, kata dia, harga barang di Pasar Jaafariyah tak jauh beda dengan di Tanah Air. “ Ya tak jauh beda lah,” kata Baharudin, Sabtu 26 Agustus 2018.
Di hari itu, dana sebesar 400 riyal telah dia gelontorkan untuk belanja oleh-oleh. “ Ya, begitu,” ucap dia sembari tersenyum malu.
Tapi, ternyata, bukan kali pertama ini Baharudin berbelanja. Dia mengaku telah beberapa kali menyambangi pasar tersebut.
Agar beban kopernya tak melebihi kapasitas, Baharudin telah mengatur isinya. Dia memjamin barang yang dibawanya tak melebihi ambang batas 30 kilogram. “ Insyaallah enggak,’ kata dia.

Musim haji menjadi ceruk untuk para pedagang. Seorang pedagang pernak-pernik, Sahid Abdullah, mengaku mendapatkan omzet tinggi ketika musim haji. “ Tidak haji, sleep,” kata Abdullah.
Mayoritas barang yang dijajakan di Pasar Jaafariyah yaitu produk tekstil. Dari pantauan Dream, sejumlah produk teksil buatan Pakistan, India, dan China, membanjiri pasar ini.
Sementara itu, produk asli Arab Saudi yang tampak, yaitu kosmetika dan parfum.
Jemaah yang bertransaksi di pasar ini tak perlu takut dengan kendala bahasa. Sebagian pedagang cukup fasih berbahasa Indonesia. “ Murah, murah. Ada diskon,” kata seorang pedagang.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya