Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Supaat (jatim.kemenag.go.id)
Dream - Keinginan Supaat untuk berhaji terkabul tahun ini. Pria yang saban hari bekerja sebagai juru kunci permakaman itu telah memendam niat ke Tanah Suci hampir dua dasawarsa.
Sebagai perawat kompleks permakaman, pria 71 tahun asal Desa Pohgurih, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, ini mendapat tanah garapan yang hasilnya tidak menentu. Selain itu, dia juga mendapat upah dari uang kaleng peziarah yang berkisar Rp230 ribu saban bulan.
Niat berhaji muncul di hati Supaat pada tahun 1999. Keinginan itu tak diucapkan pada siapapun. Hingga tahun 2007, uang Supaat terkumpul Rp9,6 juta.
Uang tersebut lantas dititipkan ke salah satu pemilik Kelompok Bimbingan Ibadan Haji di desanya. Saat uangnya terkumpul agak banyak, Supaat langsung menyetorkannya kepada pemilik KBIH.
© Dream
Selain menjaga makam, Supaat juga mengais bunga kamboja yang berguguran di makam. Bunga-bunga tersebut dikeringkan dan dijual kepada pengepul, untuk bahan kosmetik.
Tiga tahun silam, harga bunga kamboja sempat meroket hingga mencapai Rp115 ribu perkilogram. Satu persatu bunga kamboja yang jatuh di atas makam dia pungut, sehingga terkumpul uang untuk melunasi biaya haji dalam kurun tujuh tahun.
“ Saat harga bunga kamboja mahal, satu minggu saya dapat mengumpulkan bunga sampai 53 kilogram,” kata Supaat, dikutip dari laman jatim.kemenag.go.id, Senin 13 Agustus 2018.
“ Saya juga dibantu cucu saya ngumpulkan bunga. Tapi itu cuma sekitar tiga bulan saja, sekarang harganya menurun drastis, Rp4.000 sekilo,” tambah pria yang sudah menjadi juru kunci selama 20 tahun ini.
© Dream
Supaat mengaku tak pernah menghitung jumlah setoran untuk haji yang dititipkan pada pemilik KBIH. “ Waktu pelunasan lalu saya baru dikasih tahu, alhamdulillah uang saya masih kembali lima juta bisa dibuat syukuran dan keperluan lain,” ujar pria enam anak ini.
Tekad kakek tiga cucu ini benar-benar kuat. Selain sabar menabung bertahun-tahun, keluarga sempat mengkhawatirkan kondisi kesehatannya seusai menjalani operasi hernia 2 bulan lalu.
Namun berkat niat yang kuat, dia bisa berangkat ibadah haji dan menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya