Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jemaah Haji Indonesia (haji.kemenag.go.id)
Dream - Kementerian Agama memastikan kain ihram jemaah haji Indonesia diproduksi di dalam negeri. Kain ihram tersebut bukan dibeli dari China, sebagaimana disebut oleh mantan Deputi Senior Bank Indonesia Anwar Nasution.
“ Kain ihram untuk jemaah haji reguler dibuat sendiri oleh pengrajin dengan bahan berupa benang nomor 12S dari pabrik benang di dalam negeri,” kata Plt Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji, Ramadhan Harisman.
Isu pembelian kain ihram dari China bermula dari pernyataan mantan Deputi Senior Bank Indonesia Anwar Nasution. Dia menilai Menteri Agama keliru karena membeli kain ihram buatan China untuk jemaah haji Indonesia. Sehingga, menguras devisa negara yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah.
Jemaah haji laki-laki yang akan berangkat, tambah Ramadhan, memang mendapatkan kain ihram, tapi bukan dari Kementerian Agama, melainkan dari Bank Penerima Setoran awal (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sedang untuk jemaah perempuan, mereka mendapatkan mukena.
Menurut Ramadhan, benang nomor 12S merupakan benang yang juga digunakan untuk pembuatan handuk. Kain ihram yang dibagikan kepada jemaah oleh BPS, terbuat dari benang nomor 12S tersebut. Kain ihram itu ditandai dengan sablon berwarna hijau bertuliskan “ Indonesia”.
“ BPS melakukan kontrak pembuatan ihram dengan pengrajin dari Majalaya dan Pekalongan. Pabrik tempat pembuatan kain ihram tersebut menggunakan benang nomor 12S,” ujarnya.
Meski demikian, Ramadhan mengakui bahwa ada juga kain ihram yang dijual di pasaran, yang berasal dari China. Namun, dia memastikan kain yang diberikan BPS ke jemaah reguler buatan dalam negeri.
“ Tuduhan bahwa Kementerian Agama memberikan kain ihram buatan China kepada jemaah tidak sesuai fakta,” ujar Ramadhan. Sumber: Kementerian Agama
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya