Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Wanita Tengah Makan (Shutterstock.com)
Dream — Pengguna Twitter dengan akun @zee_muthie mengajukan komplain soal pelayanan untuk jemaah haji Indonesia di Mina, Minggu 19 Agustus 2018. Dia bahkan menautkan foto makanan nasi kuning dan mi goreng ke akun Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Melalui Twitter pula, Lukman menjawab, keluhan tersebut. Menurut dia, sejak Minggu 19 Agustus 2018, mulai pagi sampai malam, seluruh jemaah haji diarahkan menuju Arafah, bukan Mina.
“ Siang ini hingga besok malam, hanya di Arafah dan bukan di Mina, makanan yang disediakan petugas haji kita,” tulis Lukman.
Namun jawaban itu tak membuat pemilik akun @zee_muthie, puas. Dia membalas, “ Orang tua saya sedang tarwiyah di Mina. Mohon fokus dengan fakta menu makanan yang diterima. Bukan lokasi. Semoga lebih baik. Terima kasih.”
Kementerian Agama, melalui akun Twitter resmi @Kemenag_RI telah menjawab pertanyaan @zee_muthie tersebut. Menurut penjelasan Kementerian Agama itu, pemerintah memang tidak memfasilitasi, tapi juga tidak melarang jemaah haji tarwiyah, yakni jemaah yang pada 8 Dzulhijjah berada di Mina.
“ Namun bagi mereka yang akan melakukan, pemerintah tidak melarang dengan catatan jemaah wajib lapor dan membuat surat pernyataan bertanggung jawab sendiri atas semua layanan yang diperoleh selama di Tarwiyah,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki, di kawasan Syisyah, Mekah.
Kondisi ini karena Pemerintah Arab Saudi telah melarang praktik tarwiyah. “ Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sekali lagi memang tidak menyediakan katering di Mina pada hari ini,” kata Mastuki.
“ PPIH pada tanggal 8 Dzulhijjah (19 Agustus) belum menyediakan layanan katering, karena seluruh jemaah haji Indonesia baru bergerak dari Makkah ke Arafah, bukan ke Mina, secara bertahap mulai hari ini,“ tegas Mastuki.
PPIH, tambah Mastuki, akan menyediakan katering selama jemaah berada di Arafah sebanyak 4 kali makan dan 1 kali kudapan (snack) yang dibawa ke Muzdalifah. Khusus untuk dua atau tiga kloter awal yang tiba di Arafah, PPIH menyediakan kualitas yang baik.
“ Adapun di Mina baru akan disediakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah sebanyak 11 kali bagi jemaah yang melaksanakan nafar tsani,” kata dia.
" Jika ada informasi bahwa jemaah mendapatkan makanan dengan kualitas yang kurang bagus hari ini, tanggal 8 Dzulhijjah, dan diterima di Mina maka dapat dipastikan itu bukan katering yang disediakan oleh PPIH,” tambah Mastuki.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya