Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama mengenai syarat kesehatan untuk pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) berperan penting dalam penurunan angka kematian jemaah haji tahun ini.
“ Ini sangat positif bagi jemaah dan berkomitmen terhadap perlindungan jemaah haji Indonesia,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusuf Singka.
Hingga Selasa, 11 September 2018, pukul 21.09 waktu Arab Saudi, jumlah jemaah haji meninggal tercatat 327 orang. Jumlah ini turun, dibanding total kematian jemaah pada haji 2017 yang mencapai 691 orang.
Dari jumlah 327 itu, 47 di antaranya meninggal di Madinah, 235 di Mekah, delapan di Arafah, dan 24 lainnya di Mina.
Menurut Eka, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan jemaah haji terdapat tiga penyakit yang dianggap tidak memenuhi syarat kesehatan.
“ Yakni pertama, penyakit yang dapat mengancam jiwa. Ke dua, penyakit gangguan jiwa berat. Ke tiga, penyakit yang tidak dapat disembuhkan,” ujar dia.
Menurut data Sistem KOmputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, hingga malam ini, masih terdapat sejumlah jemaah yang dirawat.
Jumlah jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah sebanyak 59 orang. Sementara yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi sebanyak 75 orang.
Kepala KKHI Mekah, Nirwan Satriya, mengatakan, tiga penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di wilayahya yakni respiratory disease (gangguan pernafasan), cardiovascular disease (jantung), dan shock sepsis (infeks berat).
Sementara itu, jumlah jemaah yang dirawat di KKHI Madinah berjumlah 27 dan yang dirujuk di RSAS Madinah sebanyak 16 orang.
Tiga penyakit tertinggi yang mengintai jemaah haji di madinah di antaranya, volume depletion atau turunnya cairan tubuh, pneumonia atau radang paru-paru, dan Dyspepsia atau radang lambung.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya