Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Keberadaan satu jemaah haji asal Palembang, Sumatera Barat, Tapsirin Wajat Ratam, hingga kini belum diketahui. Hingga saat ini, petugas haji masih mencari jemaah haji berusia 82 tahun tersebut.
Anggota kelompok terbang 11 embarkasi Palembang itu terpisah dari rombongan sejak di Muzdalifah, tepatnya saat pemberangkatan menuju Mina. Saat bus akan berangkat, Tapsirin izin ke toilet. Setelah itulah warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, itu tak muncul lagi.
Sejak Tapsirin dinyatakan hilang, petugas haji Indonesia terus melakukan pencarian. Malam hari setelah Tapsirin hilang, petugas melakukan pencarian hingga pagi. Mereka menyusuri wilayah maktab 50 sampai 60, namun tidak ada hasil.
"Karena belum ditemukan, siang harinya TPHD (Tim Petugas Haji Daerah) Kloter PLM 11 melaporkan masalah Tapsirin ke petugas di tenda Misi Haji Mina," jelas Kabid Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH, Jaetul Muchlis, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin 2 September 2019.
Satgas Mina yang mendapat laporan juga menyusuri seluruh toilet di Muzdalifah, tenda Mina, sepanjang jalur jamarat hingga ke Masjidil Haram. Namun, Tapsirin belum juga diketemukan hingga berakhirnya masa operasional di Mina tanggal 14 Agustus 2019.
"Kami bahkan melakukan penyisiran dengan jalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina sejauh 7 kilometer," tuturnya.
Pencarian kemudian dialihkan ke hotel-hotel jemaah kloter Palembang. Sebab, sempat beredar kabar bahwa Tapsirin telah kembali ke hotel. Tapi setelah dikonfirmasi kepada keluarga dan rombongannya, informasi tersebut tidak benar.
Jaetul mengatakan, pencarian dilakukan saban hari. Sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yang ada di sekitar kawasan Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), seperti RSAS East Arafah, Mina Al Wadi, General Hospital Arafah, Mina Emergency, Mina Jisir, Security Force Hospital, juga disisir. Kantor Polisi Mina di daerah Awali juga didatangi. Sayangnya, hasilnya masih nihil.
Pencarian juga diperluas ke seluruh bagian RSAS di Mekah, mulai dari ruang rawat, instalasi gawat darurat, sampai kamar mayat. Pencarian di rumah sakit bahkan sampai ke wilayah Thaif. Namun, Tapsirin belum juga ditemukan.
PPIH lantas melibatkan pihak berwenang di Arab Saudi. Data Tapsirin sudah disampaikan ke kepolisian, imigrasi, maktab, serta Kementerian Haji dan Umrah Saudi.
Jaetul memastikan, proses pencarian terus dilakukan sampai akhir operasional haji. "Semoga Tapsirin segera diketahui keberadaannya," harap perwira menengah TNI AU ini.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

