Dream - Barang yang dibawa jemaah calon haji ke Tanah Suci beraneka ragam. Mulai bumbu penyedap makanan, obat, hingga barang yang dianggap berbahaya.
Aparat bea cukai Arab Saudi pun memperketat pengawasan masuknya barang-barang bawaan jemaah, termasuk calon haji dari Indonesia. Sejumlah koper dibongkar. Hasilnya, beberapa barang yang tak sesuai ketentuan ditemukan dan disita.
Seperti pada Senin malam 6 Agustus 2018. Ada jemaah yang harus menjalani pemeriksaan karena membawa handy talky (HT), senter kejut, dan SIM Card dalam jumlah banyak. Salah satu jemaah asal JKS-65 terpaksa menjalani pemeriksaan, dia mengaku HT dalam tasnya merupakan titipan jemaah lain.
Kepala Daker Airport, Arsyad Hidayat, menyayangkan Jemaah haji yang masih suka membawa barang-barang yang tidak diperlukan. “ Jemaah harus berhati-hati membawa barang saat berhaji. Bila barang yang tidak ada kaitannya dengan ibadah tidak perlu dibawa. Sudah ada tiga Jemaah yang kedapatan membawa HT dan semuanya disita petugas bea cukai,” ujar Arsyad, dikutip dari haji.kemenag.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.
Setelah melalui proses negosisasi cukup alot akhirnya Jemaah dapat keluar dari bea cukai, namun HT tetap disita. HT tersebut dapat diminta kembali saat jemaah hendak kembali ke tanah air.
Sementara, petugas bea cukai Saudi juga menggeledah koper petugas kloter SOC-69. Menurut hasil scan x-ray di dalam kopernya terdapat ratusan kartu ponsel. Meskipun SIM-Card tersebut untuk provider Arab Saudi tapi karena membawa dalam jumlah yang tidak wajar, petugas tetap diinterogasi untuk kepentingan kepabeaan.

Meskipun akhirnya dapat melenggang, mestinya Jemaah haji tetap harus waspada dengan barang yang akan dibawa maupun titipan orang lain kalau tidak ingin berurusan dengan petugas bea cukai Arab Saudi.
Pada 3 Agustus lalu, jemaah haji BTH-15 yang membawa senter kejut juga sempat ditahan cukup lama di bea cukai. Menurut otoritas Saudi, senter yang dibawa jemaah bisa membahayakan orang lain dan dilarang dibawa.
“ Setelah diproses dengan didampingi Petugas KJRI, senter boleh diambil kembali dengan catatan aktivasinya dimatikan/dirusak dan jemaah harus membuat surat pernyataan. Setelah itu senter dikembalikan,” ujar Maspilu petugas Perlindungan Jemaah Daker Airport.
Sementara Fauzi, seorang petugas mukimin yang cukup berpengalaman menangani masalah jemaah di bandara mengingatkan agar para Jemaah haji khusus berhati-hati pula dengan barang bawaannya.
“ Biasanya mereka membawa alat seperti earphone yang dipakai semua Jemaah. Sebaiknya alat tersebut langsung dipakai masing-masing jangan dikumpulkan ke petugas travelnya,” ujar Fauzi.
Advertisement