Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Mekah, Pemerintah Pastikan Tak Ada Karantina Terpusat 21 Hari

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 15 Juli 2022 19:13
Jemaah Haji Mulai Tinggalkan Mekah, Pemerintah Pastikan Tak Ada Karantina Terpusat 21 Hari
Sesampainya di Tanah Air, jemaah diminta terus memantau kesehatan. Terhitung sejak hari pertama tiba hingga 21 hari setelahnya.

Dream - Jemaah haji Indonesia mulai pulang ke Tanah Air. Sebanyak 360 jemaah kloter embarkasi Solo (SOC 1)  telah diberangkatkan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz pada Kamis, 14 Juli 2022 malam.

Prosesi perpisahan ditandai dengan upacara yang digelar di Hotel Al Kiswah yang dipimpin oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. Mereka dilepas dengan tabur bunga dan minum air zamzam dari pihak hotel.

Jemaah dari SOC 1 rencananya terbang pada Jumat 15 Juli 2022 pukul 05.10 waktu Arab Saudi dan tiba di tanah air pukul 22.15 WIB.

" Senang karena mau ketemu keluarga. Rindu anak-anak," kata Kartini, dari Pati, Tengah, dikutip dari Liputan6.com pada Jumat, 15 Juli 2022.

Dia pun mengaku ingin kembali lagi ke Tanah Suci. " Kalau Allah menghendaki saya ingin ke sini lagi," kata dia.

1 dari 6 halaman

Setelah jemaah asal Solo, jemaah asal Padang (PDG 1) dengan jumlah 393 orang menyusul diberangkatkan pulang ke Tanah Air. Mereka rencananya akan terbang menuju tanah air pukul 07.10 WAS, Jumat, 15 Juli 2022.

Baik yang menuju Solo maupun Padang, akan pulang menggunakan pesawat Garuda Indonesia, dengan menempuh waktu sekitar 9 jam.

Mengutip Merdeka.com, sesampainya di Tanah Air, jemaah diminta terus memantau kesehatan. Terhitung sejak hari pertama tiba hingga 21 hari setelahnya.

Jika mengalami gangguan kesehatan, jemaah diimbau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi mengingat pandemi masih melanda Tanah Air.

" Jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan ke Indonesia tetap akan dipantau kesehatannya. Jemaah dipantau di daerah masing-masing selama 21 hari oleh dinas kesehatan masing masing. Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke faskes setempat," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, di Mekah.

2 dari 6 halaman

Pemantauan ini dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular. Seperti Covid-19, Mers-Cov, Meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jemaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi

Budi menambahkan, untuk jemaah yang akan pulang ke Tanah Air nantinya akan dibekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH).

Jika dalam kurun waktu 21 hari masa pemantauan terdapat demam atau gejala sakit lainnya, maka jemaah segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH.

" Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jemaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH," jelas Budi.

 

3 dari 6 halaman

Beredar Video Puluhan Jemaah Haji Meninggal Akibat Terowongan Mina Mati Lampu, Ini Fakta Sebenarnya

Dream - Beredar video yang memperlihatkan jenazah jemaah haji akibat tragedi terowongan Mina mati listrik pada Minggu, 10 Juli 2022. Jenazah tersebut tampak tergeletak di jalan tertutup kain putih.

" Innalillahi wainnaillaihi rodjiun..semoga husnul khotimah. Tragedi terowongan mina, mati lampu byk korban meninggal mari kita do'a kan saudara saudari kita yg berangkat haji baik yang masih hidup mau pun yang sdh meninggal dunia aamiin..! 😢," tulis sebuah unggahan di media sosial Facebook.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Mina, Amin Handoyo, memastikan video yang menyebutkan adanya korban jiwa meninggal dunia saat insiden mati listrik di terowongan Mina adalah tidak benar alias hoaks.

Beredar Video Puluhan Jemaah Haji Meninggal Akibat Terowongan Mina Mati Lampu, Ini Fakta Sebenarnya© Facebook

4 dari 6 halaman

Amin menjelaskan, semuanya terkendali karena pemerintah Arab Saudi dalam hal ini pihak keamanan Saudi full tim ada di lokasi, di mana juga Petugas haji Indonesia full tim.

" Kejadian itu sama sekali tidak ada korban jiwa. Video yang menarasikan bahwasanya terjadi korban jiwa saat peristiwa terowongan Mina tahun 2022 tanggal 11 Dzulhijjah atau 10 Juli adalah sesuatu yang tidak benar, hoaks, sesuatu yang menyesatkan," katanya, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 14 Juli 2022.

Amin mengatakan video yang beredar tersebut merupakan korban meninggal akibat tragedi Mina pada tahun 2015 lalu.

" Tahun 2015 memang ada kejadian korban di Mina tetapi tidak di terowongan Mina, tetapi di jalan menuju Jamarat. Pernah terjadi kejadian di terowongan mina itu tahun 2004," jelasnya.

5 dari 6 halaman

Sebelumnya, insiden mati listrik sempat terjadi di terowongan Mina menuju lantai tiga Jamarat. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 10 Juli 2022 pukul 05.15 waktu Arab Saudi (WAS) sampai 06.10 WAS.

Saat kejadian, terowongan sedang dipadati jemaah. Beruntung petugas Arab Saudi segera menuju lokasi melakukan penanganan.

" Tadi tepatnya pada jam 05.15 WAS sampai jam 06.10 WAS di terowongan arah menuju jalur atas Jamarat tiga atau lantai tiga," kata Wakasatops Masyair 3, Harun Al Rasyid, kepada Media Center Haji (MCH) 2022, di Mina, Makkah.

Harun menyebut, insiden mati listrik diduga karena arus pendek yang menyebabkan korsleting. Sebenarnya, kata Harun, petugas mulai curiga karena malam hari lampu di area terowongan kadang hidup dan tiba-tiba mati.

6 dari 6 halaman

" Kemudian tadi pagi, begitu jemaah habis subuh mau melakukan jumrah masuk melalui terowongan tersebut, terjadi mati lampu dan Alhamdulillah bisa segera diatasi oleh pihak Arab Saudi dan kita berharap bisa normal kembali," tegas Harun.

Listrik mati lebih kurang 30 menit. Harun memastikan tidak ada jemaah Indonesia yang menjadi korban. Beruntung juga, katanya, jemaah bisa tenang dan mengikuti arahan-arahan petugas yang berada di lokasi untuk pelan-pelan mengosongkan terowongan. Setengah di dorong ke depan agar keluar, setengah jemaah diminta mundur.

" Alhamdulillah tidak (korban) dan segera teratasi dengan cepat sehingga kondisi lancar dan normal. Kita berikan edukasi, bimbingan dan arahan-arahan," kata Harun.

Harun menjelaskan, saat listrik di terowongan mati, posisi jemaah khususnya jemaah haji Indonesia sedang berada di pos D. Kepolisian Arab Saudi sigap memberhentikan dan menangani. Dia melihat pihak Saudi sampai mengerahkan tenaga ahli untuk menjamin peristiwa itu tidak terulang lagi.

Beri Komentar