Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Supratman (haji.kemenag.go.id)
Dream - Supratman. Jemaah haji asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini memang punya keterbatasan. Dia tunanetra. Namun pria 50 tahun ini bisa mandiri saat menjalankan ibadah haji.
“ Meskipun saya ada keterbatasan tapi alhamdulillah semua rangkaian ibadah haji saya tidak ada yang tertinggal,” kata Supratman dikutip dari haji.kemenag.go.id, Rabu 12 September 2018. “ Semua dipandu istri saya,” tambah dia.
Supratman juga tidak pernah merasa berat untuk beribadah meskipun kondisinya tidak sempurna. " Semua saya kerjakan dengan baik tanpa kursi roda," tutur pria yang berprofesi sebagai Guru Olahraga di SD N Kawo Lombok Tengah.
Menurut Supratman, saat tawaf dan sa'i dia terus berpegangan pada pundak teman agar tidak terpisah. “ Kalau di jamarat saya digandeng istri,” ujar dia.
Sementara, adik kandung Supratman, Winarsih (47), mengatakan bahwa selama berhaji sang kakak cukup mandiri. “ Kakak saya cukup mandiri seperti orang normal. Bahkan di rumah bisa perbaiki listrik sendiri,” tutur pengajar di Madrasah Ibtidaiyah ini.
Kloter LOP-9 diterbangkan pada Senin 10 September pukul 00.45 WAS dari bandara PMAA Madinah. Sebanyak 455 jemaah bersama petugas kloter menggunakan pesawat Garuda nomor penerbangan GIA-5209.
Ada yang unik dari kloter Supratman tersebut. Saat bus pengantar jemaah haji tiba di pavilliun Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Minggu 9 September, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, jemaah berdandan arabic style.
Para jemaah laki-laki. Mereka mengenakan top putih dan sorban di kepala, yang sebagian dililitkan layaknya Pangeran Diponegoro.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya