Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Hingga Senin 24 September 2018, pukul 08.40 waktu Arab Saudi, tercatat 381 jemaah haji Indonesia meninggal dunia.
Dari jumlah itu, 73 jemaah haji Indonesia wafat di madinah, 263 di Mekah, 8 di Arafah, dan 24 lainnya di Mina. Angka ini nyaris sama dengan jumlah jemaah yang wafat pada 2016.
“ Alhamdulillah hasil evaluasi memang menunjukkan angka-angka yang lumayan baik,” kata Sekjen Kementerian Kesehatan, Untung Suseno, Minggu 23 September 2018.
Menurut Untung, penyebab angka kematian yang paling tinggi pada musim haji 2018 yaitu penyakit paru-paru. Data ini mematahkan anggapan bahwa penyakit jantung memiliki risiko tinggi pada kematian jemaah haji.
Untung mengatakan, menurunnya angka kematian karena jantung karena proses pengawasaan syarat kemampuan kesehatan jemaah haji atau istithaah ketika di Tanah Air.
“ Ini juga menunjukkan bahwa alhamdulillah kita berhasil menjalankan pengawasan istitaah dari tempat jamaah tinggal di daerah masing-masing sampai ke embarkasi, kemudian Arab Saudi dan kembali lagi ke debarkasi,” ujar dia.
Selain antisipasi itu, penanganan kesehatan juga jauh berbeda ketimbanh tahun sebelumnya. Untung mencontohkan, salah satu penanganan Tim Gerak Cepat (TGC) pada jemaah yang tidak sadar ketika menjalani prosesi haji.
“ Sekarang tim TGC itu bergerak tidak seperti tahun lalu. Sekarang kita temukan orang dalam keadaan tidak sadar langsung kita infus, tidak menunggu ada transportasi dulu,” kata dia.
Laporan Maulana Kautsar dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya