Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Tengah Mencicipi Katering Nusantara Untuk Para Jemaah Haji (Foto: MCH)
Dream - Jemaah haji Indonesia kembali bisa menikmati katering bernuansa Nusantara mulai hari ini, Senin, 27 Agustus 2018. Layanan katering ini sebelumnya sempat dihentikan selama lima hari.
Kepala Seksi Katering Daerah Kerja (Daker) Mekah, Evy Nuryana, mengatakan tim katering sudah mengontrol kesiapan 36 dapur di Mekah untuk produksi makanan jemaah haji. " Insya Allah, semuanya siap," kata Evy.
Kepala Bidang Katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Ahmad Abdullah, mengimbau jemaah memanfaatkan dengan baik layanan katering ini. Setelah makanan dibagikan, jemaah diminta untuk segera mengonsumsinya.
" Tolong jangan disimpan atau didiamkan, karena iklim di sini berbeda. Kelembabannya rendah. Panasnya tinggi bisa mencapai 50 derajat Celsius membuat makanan cepat rusak,” kata Abdullah.
Makanan berselera Nusantara menjadi primadona PPIH Arab Saudi. Jemaah mengapresiasi layanan menu daging sapi lada hitam, ikan patin pesmol, ayam kecap cabai hijau, daging teriyaki, sampai bistik daging sapi.
Seperti diketahui, jelang puncak haji, layanan kstering untuk jemaah dihentikan. PPIH Arab Saudi beralasan penghentian itu karena ditutupnya akses menuju pemondokan jemaah haji.
Selama dihentikannya layanan katering, jemaah haji mengandalkan makanan yang dibeli di sekitar pemondokan. Ada juga jemaah yang memakan makanan gratis dari para dermawan.
Jemaah umumnya mengonsumsi makanan khas Turki atau Saudi yang dijajakan dengan harga di bawah 20 riyal, sekitar Rp77 ribu. Tetapi, tak sedikit jemaah membeli nasi dan lauk-pauk khas Nusantara dagangan warga Indonesia yang menetap di Saudi (mukimin).
Selain makanan siap santap, tak sedikit pula jemaah yang membeli sayur-mayur dan lauk mentah di toko.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, di Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya