Jemaah Haji Thawaf Mengikuti Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penularan Corona. (Foto: Arab News)
Dream - Rabu, 29 Juli 2020, yang bertepatan dengan 8 Zulhijah 1441 Hijriah, menjadi awal dimulainya prosesi haji tahun 2020 di tengah pandemi corona.
Sekitar 1.000 jemaah telah memulai aktivitas ibadah haji dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.
Pada hari itu sebagian besar jemaah mengambil miqat dan berihram lalu melaksanakan thawaf Qudum di Masjidil Haram.
Ini adalah thawaf pertama mereka yang dilakukan di tengah-tengah pandemi corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Meski dilaksanakan di tengah situasi yang kurang menyenangkan, namun para jemaah menjalankan thawaf mereka dengan tertib dan khusyuk.
Beberapa jemaah bahkan merasa terharu dan seolah tidak percaya bahwa akhirnya bisa melakukan thawaf di haji pertama mereka.
Apalagi pemerintah Arab Saudi hanya membatasi 1.000 jemaah yang boleh melakukan ibadah haji tahun ini akibat pandemi corona.
Padahal, sebelum diberlakukan pembatasan seperti sekarang, jumlah jemaah yang menunaikan haji bisa mencapai 2,5 juta orang.
" Saya merasakan hal yang sangat luar biasa. Ini benar-benar seperti sebuah mimpi," ujar Mohamed Ibrahim, seorang jemaah asal Mesir.
Para jemaah diarahkan berthawaf dengan berjalan mengikuti garis yang sudah dipasang di lantai masjid.
Otoritas haji Saudi memang telah menyiapkan jalur khusus untuk thawaf. Jemaah diharuskan berthawaf mengikuti jalur yang sudah disediakan tersebut.
Selain itu, otoritas haji juga memasang pembatas yang mengelilingi Kabah. Jemaah dilarang menyentuh Kabah untuk mencegah penularan corona.
Pemandangan ini tentu jauh berbeda ketika lautan manusia biasanya berputar mengelilingi Kabah selama haji di saat normal.
Tahun ini, petugas haji wanita ditugaskan untuk pertama kalinya setelah pemerintah Saudi mengumumkan rencana tersebut pada musim haji 2019.
Afnan Abu Hussein merupakan salah satu kelompok petugas haji wanita pertama yang lulus dari pelatihan. Dia merasa bangga bisa melayani jemaah haji untuk pertama kalinya.
" Ini adalah sumber kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami," katanya.
Kehadiran petugas haji wanita ini membuat jemaah wanita merasa nyaman. Hal itu diungkapkan Hamide Halimi, seorang jemaah haji wanita asal Makedonia.
Dia senang dilayani petugas wanita selama menjalankan ibadah haji .
" Dalam kelompok saya, ada sekitar 20-an wanita. Dalam pengalaman baru ini, saya hanya bersama wanita ... ini adalah pengalaman persaudaraan yang luar biasa," katanya.
Halimi juga bercerita bagaimana dia berada sangat jauh dari Kabah selama pergi umrah sebelumnya.
Saat melakukan umrah, Halimi tidak berada cukup dekat dengan Kabah. Saat itu dia hanya bisa thawaf di atap Masjidil Haram.
Namun, justru di tengah pandemi corona ini, dia bisa begitu dekat dengan Kabah meski tak bisa menyentuhnya karena harus menaati protokol kesehatan selama haji.
" Ini benar-benar terjadi. Saya tidak pernah membayangkan ini bisa terjadi," katanya.
Sumber: Arab News
Advertisement
Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?



Kapan Waktu Terbaik untuk Ngemil agar Gula Darah Tetap Stabil?