Secercah Harapan untuk 2 Jemaah Haji Lansia yang Telantar di Jeddah

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 9 Agustus 2018 12:01
Secercah Harapan untuk 2 Jemaah Haji Lansia yang Telantar di Jeddah
"Mereka langsung diurus Muasasah Asia Tenggara," kata Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsyad Hidayat.

Dream – Dua jemaah haji furoda atau nonkuota asal Indonesia yang telantar di Bandara Jeddah, Jumailiah dan Marianah, akhirnya diberangkatkan ke Mekah, Rabu 8 Agustus 2018.

“ Mereka langsung diurus Muasasah Asia Tenggara,” kata Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsyad Hidayat, di Bandara Jeddah.

Menurut Arsyad, Muasasah Asia Tenggara merupakan lembaga nonstruktural di Kerajaan Arab Saudi yang bertugas melayani jemaah asal kawasan Asia Tenggara.

Di Mekah, kata Arsyad, para jemaah akan ditempatkan di maktab non-kuota. Mereka ditempatkan di salah satu hotel yang berjarak empat kilometer dari Masjidil Haram. Jemaah haji furoda itu juga akan tinggal di Mekah selama dua bulan.

Baca juga: Kisah Pilu Jemaah Haji Lansia Ditinggalkan Anaknya di Jeddah

Arsyad mengatakan, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya akan bertanggung jawab pada jemaah yang masuk dalam kuota yang disepakati Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah. Sementara tanggung jawab jemaah furoda akan diurusi KJRI Jeddah.

Jumailiah dan Marianah mengaku ditinggal rombongan yang berangkat ke Mekah. Mereka tiba dengan maskapai Saudi Arabia Airlines pada Rabu pagi. Selepas turun dari pesawat itu keduanya ditemukan petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi tengah kebingungan dan berjalan ke sana-kemari.

Sebelum diberangkatkan, mereka diberi makan dan ditenangkan para petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi. “ Kita tak ada regulasinya mengurus mereka, ini dilakukan atas dasar kemanusiaan,” kata Arsyad.

Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci 

Beri Komentar