BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
© MEN
Dream - Masyarakat kita sering menyematkan gelar haji di depan nama setelah pulang dari Tanah Suci. Para pria Muslim yang sudah berhaji biasa menambahkan huruf H di depan nama mereka, sementara kaum perempuan menambahkan singkatan Hj.
Filolog, Oman Fathurahman, mengatakan, tradisi tersebut sudah ada sejak masa silam. Dalam program Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara (Ngariksa), Oman menyebut perjalanan menuju Tanah Suci bagi orang Nusantara merupakan perjalanan panjang dan berat.
Tempo dulu, jemaah haji di Nusantara memang harus menempuh perjalanan laut. harus menerjang ombak dan badai selama berbulan-bulan, juga menghindari perompak, hingga menjelajah gurun.
Oman menyebut, orang yang kembali dengan selamat ke Nusantara dianggap punya gelar atau anugerah kehormatan. Nilai lain yang dianggap penting yaitu Kabah dan Mekah merupakan kiblat umat Islam. Kondisi itulah yang membuat gelar jemaah haji penting bagi masyarakat Tanah Air.
Antropolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi, tradisi memberi gelar haji pada nama sebetulnya tak hanya ada di Indonesia. Masyakarat di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan, juga memiliki tradisi serupa.
" Tradisi di Mesir Utara bahkan bukan hanya memberi gelar haji, tapi juga melukis rumahnya dengan gambar Ka'bah dan moda transportasi yang digunakan ke Mekkah,” kata Dadi, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Kamis 25 Juli 2019.
Selain anugerah pada perjalanan panjang, gelar haji juga dinilai menyematkan status sosial tertentu. Tapi, Dadi melihat sejarah panjang penyematan gelar haji atau hajjah itu muncul karena tiga faktor. Ada faktor sejarah kolonial, kultural, dan, tentu saja, keagamaan.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan