Deretan Tragedi Berdarah di Mina

Reporter : Reza
Kamis, 24 September 2015 19:01
Deretan Tragedi Berdarah di Mina
Hampir setiap tahun pelaksanaan musim haji masih sering terjadi tragedi yang merenggut nyawa jamaah haji

Dream - Satu tahun sekali Mekah dikunjungi jutaan umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah haji. Kota tersebut memang memiliki nilai sejarah kuat tentang asal muasal lahirnya agama Islam.

Tahun ini ke kekhidmatan ibadah haji tahun ini terusik dengan adanya beberapa peristiwa yang memilukan. Setelah tragedi jatuhnya crane atau alat berat di Masjidil Haram yang menewaskan 87 orang lebih dan menyebabkan 180 orang luka-luka.

Ditambah tragedi Mina dimana 310 orang lebih jamaah haji meninggal dan 450 orang mengalami luka-luka saat berdesakan ketika hendak melempar jumrah. Persisnya, kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah diantara tenda-tenda di Mina.

Dari jumlah tersebut, pemerintah otorirtas pemerintah Arab Saudi memastikan mayoritas korban tragedi tersebut berasal dari Afrika dan Mesir.  Sebab, lempar jumrah di waktu kejadian itu dilakukan oleh jamaah haji dari dua negara tersebut.

Tragedi 1990-an

Pada 2 Juli 1990 di kawasan ini sempat terjadi musibah yang merenggut 1.426 jiwa, termasuk 659 jamaah Indonesia. Korban tewas jatuh karena jutaan jamaah berdesakan di terowongan Muashim di Mina. Masyarakat Indonesia menyebut peristiwa itu sebagai `Tragedi Mina`.

Kemudian  tragedi memilukan lainnya di Mina terjadi pada 23 Mei 1994, saat itu sebanyak 270 jemaah meninggal dunia karena berdesakan saat melempar jumroh. Lalu Pada 9 April 1998 terjadi tragedi di Jembatan Jamaraat yang menewaskan 118 jemaah.

Tragedi 2000-an

Peristiwa berdarah saat melempar jumroh memang sering terjadi, pada 5 Maret 2001 hal tersebut terulang kembali dan menewaskan 35 jemaah haji.  Tiga tahun kemudian hal serupa terjadi kembali. Lagi-lagi akibat berdesakan sebanyak 251 jemaah haji meninggal dunia.

Kemudian pada 12 Januari 2006 sebanyak 346 jamaah haji dan 289 lainnya terluka saat melakukan ritual lempar jumrah. Musibah terjadi ketika ratusan orang yang baru tiba untuk melakukan ritual itu saling bertabrakan dengan jemaah lain di jembatan Jamarat. 

Akibat kejadian ini, pemerintah Arab Saudi merekontruksi ulang Jamarat agar jamaah tidak perlu berdesakan saat melempar jumrah.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna