Di Berlin: Masjid, Gereja dan Sinagog Satu Atap

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 9 Juni 2014 15:39
Di Berlin: Masjid, Gereja dan Sinagog Satu Atap
Adapun rincian pembangunan; sinagog, gereja dan masjid dibuat terpisah, tapi tetap di bawah satu atap. Ada pula satu ruang besar untuk pemeluk tiga agama bertemu.

Dream - Pemimpin agama di Jerman akan segara mewujudkan impian bersama, membangun rumah ibadah bersama bagi tiga agama (Islam, Kristen, dan Yahudi).

Diberitakan laman thelocal.de, Senin 9 Juni 2014, penggalangan dana House of One--nama rumah ibadah itu sudah dimulai pekan ini, berbarengan dengan peletakan batu pertama. Dibutuhkan dana sekitar 43,5 juta euro setara Rp703 miliar, untuk membangun rumah ibadah ini.

Siapa saja bisa memberikan sumbangan. Nilai sumbangan terendah adalah seharga satu batu bata. Arsitektur House of One tidak terlalu rumit. Berbentuk heksagonal, dan seluruh dinding dari bata. Bangunan ini bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena terletak di sebelah Museum Island, Berlin.

Gagasan membangun House of One muncul saat arkeolog menggali tanah di bawah Museum Island, 2009 silam. Mereka menemukan sisa-sisa gereja awal Berlin, yaitu Petrikirche dan sekolah latih. Keduanya diperkirakan dibangun 1350.

Dari situ kemudian disepakati sesuatu yang visioner harus dibangun di situs pendiri Berlin, yang dikenal sebagai kota multi-kultur dan multi-iman.

" Berlin adalah kota yang tepat sebagai lokasi rumah ibadah bagi tiga agama," kata Gregor Hohberg, pendeta Protestan yang memulai proyek ini.

Menurut pemimpin Muslim One, Imam Kadir Sanci, proyek ini mendorong dialog tiga agama dengan budaya berbeda. Dengan begitu semua prasangka buruk dan curiga antar agama akan hilang.

Adapun rincian pembangunan; sinagog, gereja, dan masjid dibuat terpisah. Tapi tetap di bawah satu atap. Ada pula satu ruang besar untuk pemeluk tiga agama bertemu dan saling berkontemplasi menurut kepercayaan masing-masing.

Beri Komentar