Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peletakan Batu Pertama House Of One (www.taz.de)
Dream - Pemimpin agama di Jerman akan segara mewujudkan impian bersama, membangun rumah ibadah bersama bagi tiga agama (Islam, Kristen, dan Yahudi).
Diberitakan laman thelocal.de, Senin 9 Juni 2014, penggalangan dana House of One--nama rumah ibadah itu sudah dimulai pekan ini, berbarengan dengan peletakan batu pertama. Dibutuhkan dana sekitar 43,5 juta euro setara Rp703 miliar, untuk membangun rumah ibadah ini.
Siapa saja bisa memberikan sumbangan. Nilai sumbangan terendah adalah seharga satu batu bata. Arsitektur House of One tidak terlalu rumit. Berbentuk heksagonal, dan seluruh dinding dari bata. Bangunan ini bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena terletak di sebelah Museum Island, Berlin.
Gagasan membangun House of One muncul saat arkeolog menggali tanah di bawah Museum Island, 2009 silam. Mereka menemukan sisa-sisa gereja awal Berlin, yaitu Petrikirche dan sekolah latih. Keduanya diperkirakan dibangun 1350.
Dari situ kemudian disepakati sesuatu yang visioner harus dibangun di situs pendiri Berlin, yang dikenal sebagai kota multi-kultur dan multi-iman.
" Berlin adalah kota yang tepat sebagai lokasi rumah ibadah bagi tiga agama," kata Gregor Hohberg, pendeta Protestan yang memulai proyek ini.
Menurut pemimpin Muslim One, Imam Kadir Sanci, proyek ini mendorong dialog tiga agama dengan budaya berbeda. Dengan begitu semua prasangka buruk dan curiga antar agama akan hilang.
Adapun rincian pembangunan; sinagog, gereja, dan masjid dibuat terpisah. Tapi tetap di bawah satu atap. Ada pula satu ruang besar untuk pemeluk tiga agama bertemu dan saling berkontemplasi menurut kepercayaan masing-masing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya