Heboh Masjid untuk Gay Dibangun di Afsel

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 18 September 2014 10:45
Heboh Masjid untuk Gay Dibangun di Afsel
Masjid itu juga bersedia menikahkan wanita muslim yang ingin menikah dengan non-muslim.

Dream - Digambarkan sebagai tempat ibadah non-sektarian pertama yang mengizinkan toleransi dan kesetaraan gender, sebuah masjid baru di Cape Town, Afrika Selain mengundang reaksi keras di jejaring sosial.

Masjid bernama Open Mosque yang sedianya akan diresmikan saat salat Jumat pekan ini dikatakan sebagai " Kuil Kaum Gay" .

" Saya kira para ulama tidak senang dengan masjid baru yang independen yang akan menantang otoritas mereka," kata Taj Hargey, seorang profesor Studi Islam dan sejarah Afrika di Universitas Oxford, kepada Cape Times.

Hargey adalah salah satu pendiri masjid baru tersebut dan dijadwalkan akan memberikan khotbah Jumat pertama di masjid itu.

Masjid baru itu digambarkan oleh pendirinya sebagai masjid non-sektarian pertama yang mengakui kesetaraan gender dan ras di Afrika Selatan. Dalam pandangannya, Islam itu mencerahkan, ilmiah dan egaliter.

Untuk itu, Open Mosque akan menyambut baik Muslim Sunni dan Syiah dan mereka akan mendapat pelayanan yang sama.

Selain itu, pengurus Open Mosque juga akan mengundang perempuan untuk memimpin salat Jumat serta menerima gay dan non-muslim untuk hadir dalam masjid.

" Saya tidak mendukung kehidupan homoseksual, tapi saya tidak mengutuk mereka sebagai manusia. Kami akan menyambut kaum gay dan mengajak berdiskusi soal seksualitas, politik dan lain-lain," katanya.

Ditambahkan pula, masjid bersedia menikahkan wanita muslim yang ingin menikah dengan non-muslim.

Terlepas dari itu, Hargey merasa Muslim Judicial Council (MJC) tidak memiliki wewenang atas dirinya atau masjid yang didirikannya.

" Saya kira reaksi keras terhadap masjid ini dikarenakan para ulama seperti MJC tidak ingin monopoli mereka terhadap agama ditantang," katanya. " Anggota MJC tidak dipilih, tidak transparan dan eksklusif. Mereka tidak memiliki otoritas atas saya atau masjid."

Selain mendapat kritik pedas dari media sosial, masjid baru tersebut juga memancing emosi kelompok-kelompok Muslim Afrika Selatan.

" Kami melihat dan merasakan kecemasan dalam komunitas kami. Alhamdulillah komunitas kami berusaha untuk melindungi integritas dan kemurnian iman kami." Riad Fataar, wakil presiden MJC, mengatakan kepada Voice of Cape akhir pekan lalu.

Fataar menambahkan bahwa dewan MJC sedang menyelidiki siapa dibalik pembangunan masjid Open Mosque. " Apa pun yang bertentangan dengan iman kami dan yang menolak sumber utama seperti Alquran dan hadits akan dikutuk oleh MJC," katanya.

Ditambahkannya, komunitas Muslim Afrika Selatan ingin melindungi keimanan warganya dan memastikan mereka tidak tertipu.

Mansoora Afrika, ketua perempuan Islamic Unity Convention, menekankan bahwa seorang wanita baru boleh memimpin salat Jumat hanya jika tidak ada " orang yang mampu" dalam majelis tersebut.

Secara umum, saat shalat, seorang perempuan tidak bisa mengimami pria kecuali perempuan lainnya seperti di masjid khusus perempuan di China.

Menurut kesepakatan ulama seorang wanita diperbolehkan untuk memimpin perempuan lainnya dalam salat berjamaah jika tidak ada pria yang mampu menjadi imam.

Sementara hubungan sesama jenis, termasuk pernikahannya, jelas-jelas dilarang dalam Islam, Kristen dan semua agama wahyu. Islam juga melarang muslim untuk berzina.

Bukan kali ini saja ada masjid yang dinilai kebablasan. Pada November 2012, seorang homoseksual Prancis mendirikan sebuah masjid di Paris yang menerima kehadiran jamaah gay dan wanita yang tidak memakai hijab. Langkah tersebut memicu kecaman dari Muslim Perancis. Mereka mengecam hal tersebut karena mempromosikan tindakan tidak bermoral dan arogan. (Ism)

 

Beri Komentar