5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Masjidil Aqsa
Dream - Israel akhirnya mundur dari upaya memaksakan kedaulatan negara itu atas kompleks Masjid Al Aqsa. Negara Yahudi itu tidak akan mengubah status quo di masjid tersuci ketiga setelah Mekkah dan Madinah itu.
Selain itu, Israel juga tidak akan mengizinkan pemukim Yahudi untuk berdoa di kompleks Al Aqsa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Raja Yordania Abdullah II pada hari Kamis.
Sebelumnya, terjadi bentrok antara polisi Israel dengan pemuda Palestina yang mencegah kelompok ekstrimis Yahudi berdoa di kompleks Al Aqsa pada Rabu pagi kemarin.
Bentrokan itu menimbulkan kemarahan Yordania sebagai penjaga Masjid Al Aqsa, sehingga negara tersebut memanggil pulang duta besarnya sebagai protes.
" Perdana Menteri Netanyahu menegaskan kembali komitmen Israel untuk mempertahankan status quo di Temple Mount (sebutan Israel untuk Al Aqsa) serta status khusus Yordania," demikian pernyataan dari kantor perdana menteri Israel.
Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani mengatakan kepada Al Arabiya News Channel, permintaan Netanyahu terhadap Raja Abdullah adalah langkah untuk mengendalikan situasi, setelah Yordania memanggil pulang duta besarnya untuk Tel Aviv.
Dia mengatakan janji Netanyahu untuk tidak mengubah status quo di Yerusalem adalah langkah positif, tetapi itu masih harus dilihat apakah pemerintah Israel akan menghormati komitmennya di lapangan.
Yordania berencana untuk mengambil langkah tegas jika pemerintah Israel terus memicu kerusuhan di situs suci Yerusalem.
Status Yordania sebagai penjaga kompleks masjid Al Aqsa dan tempat suci Muslim lainnya di Yerusalem timur yang dicaplok Israel diabadikan dalam perjanjian damai tahun 1994.
Di bawah status quo, orang-orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi kompleks tapi tidak untuk berdoa di sana. Hal itu untuk menghindari gesekan pada salah satu situs suci paling sensitif di Timur Tengah tersebut.
Kekhawatiran bahwa Israel siap melakukan perubahan status quo atas kompleks Al Aqsa telah memicu gelombang kerusuhan. Namun, Israel telah berulang kali menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengubah status quo atas kompleks masjid tersebut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?