Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (wodumedia.com)
Dream - Steven Byers, seorang mahasiswa semester empat, telah belajar banyak akhir-akhir ini. Tetapi studi terbarunya tidak terbatas hanya fisika dan biologi. Byers belajar tentang Islam, agama yang baru-baru ini dia peluk.
Sekitar lima tahun yang lalu, Byers tidak tahu sistem keyakinan apa yang akan dia ikuti. Dibesarkan secara religius, tapi Byers merasa tidak mendapat esensi dari ajaran agamanya.
" Aku sering bertanya mengapa Tuhan memperlakukan diriku, keluargaku, dan teman-temanku seperti ini atau itu? Sepertinya tidak masuk akal bagiku hingga aku merasa marah."
Namun kini setelah memeluk Islam, Byers merasa lebih tenang dan fokus.
Perjalanan Byers menemukan Islam dimulai setelah sepanjang musim semi 2011, teman-temannya mendorongnya untuk belajar lebih dalam tentang Islam.
Setelah belajar Islam dengan benar, Byers menemukan bahwa agama ini adalah sistem keyakinan yang sempurna dan 'nyambung' dengan pikirannya.
Maka, di musim panas 2012, Byers merasa mantap masuk Islam dengan mengucap kalimat syahadat. " Sekali mengucapkan kalimat itu dan meresapinya dalam hati serta jujur pada diri sendiri, maka Anda menjadi seorang muslim."
Abdullah Hamza, profesor di University of New Brunswick di Kanada, mengatakan satu alasan mengapa orang berbondong-bondong memeluk Islam karena ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan mereka.
Presiden Frederiction Islamic Association Kanada itu menambahkan, Islam menuntun umatnya untuk tidak terlalu silau dengan duniawi sehingga mereka bisa mendapat kedamaian dalam diri.
" Islam mengajarkan umatnya untuk berdoa sebanyak 5 kali dalam sehari agar bisa melepaskan diri sejenak dari kehidupan duniawi yang penuh liku."
Hal-hal lain dalam Islam yang dapat menguatkan iman dan mendapat kedamaian adalah melakukan salat lima kali sehari, membaca Alquran, berpuasa, beramal dan menunaikan ibadah haji.
Byers belum memutuskan berhaji ke Mekah tapi dia sudah menjalankan puasa Ramadan pertamanya.
" Berpuasa di bulan Ramadan mengajarkan kedisiplinan dan kerendahan hati. Membuat Anda menyadari bagaimana kehidupan orang-orang yang susah mencari makan," kata Byers.
Ia merasa mudah menyesuaikan diri dengan Islam karena merasa dasar-dasar kedamaian, kedermawanan, dan perbuatan baik sudah menjadi bagian dari karakternya.
" Jadi Islam seperti merasuk begitu saja kepadaku. Islam sebenarnya selalu bersama kita sepanjang waktu. Kita terlahir sebagai Islam. Kita akan menemukan Islam saat siap menerimanya."
Byers mengatakan penting bagi orang-orang untuk belajar sedikit tentang Islam, bahkan jika itu tidak lebih dari sekedar membersihkan kesalahpahaman Islam sebagai agama teror.
Ia menambahkan jika orang-orang mengaplikasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan mereka, seperti dia, mereka mungkin menemukan kedamaian yang mereka bahkan tidak tahu mereka sedang mencarinya.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya