Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Posisi Terakhir AirAsia Yang Hilang
Dream - Laut Jawa yang menjadi lokasi operasi pencarian besar-besaran jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, diduga adalah 'kuburan' kapal-kapal peninggalan Perang Dunia II.
Selain menjadi jalur pelayaran, wilayah itu di masa lalu juga menjadi titik pertempuran dahsyat beberapa negara yang berperang.
Tidak jarang kapal-kapal tua, mungkin sisa PD II atau karam di masa damai, tidak sengaja terdeteksi oleh tim pencari di masa kini, yang tengah mencari bangkai pesawat AirAsia.
" Tim pencari mendeteksi struktur logam, tapi bukan pesawat, kemungkinan kapal yang tenggelam," kata Direktur Operasi Basarnas Supriyadi.
Situasi ini terkadang membuat Tim SAR gabungan kesulitan melakukan evakuasi, mengarah pada petunjuk palsu. Bukan bangkai pesawat AirAsia, melainkan sisa-sisa kapal karam di dasar laut.
Diketahui, pertempuran di Laut Jawa terjadi pada 27 Februari 1942, kapal-kapal pasukan sekutu yang terdiri dari Belanda, Inggris, Amerika dan Australia kalah telak melawan Jepang dan kehilangan lima kapal perang dan 2.300 pelaut.
Kemudian pada Agustus 2014, ahli arkeologi Amerika Serikat yang bekerja sama dengan penyelam Angkatan Laut Indonesia menemukan kapal perang USS Houston yang kandas pada Pertempuran Selat Sunda 1 Maret 1942.
Angkatan Laut AS menjuluki kapal itu 'Hantu yang Berlayar di Pantai Jawa'. Kapal perang itu karam bersama 650 pelaut dan marinir di dalamnya.
Selain Houston, dalam pertempuran sekutu melawan Jepang, kapal Australia HMAS Perth juga karam di Laut Jawa.
Penemuan lainnya di Laut Jawa juga terjadi pada November 2013. Peneliti Indonesia menemukan kapal selam Jerman yang karam, diyakini karena ditorpedo kapal selam Belanda pada 1944.
Di dalam kapal selam U-168 ditemukan sedikitnya 17 kerangka manusia. Kemudian benda-benda seperti piring bergambar swastika Nazi, baterai, teropong dan botol minyak rambut.
" Ini adalah temuan luar biasa. Dapat memberikan informasi bermanfaat soal apa yang terjadi di Laut Jawa selama Perang Dunia II," kata Bambang Budi Utomo, arkeolog dari Pusat Arkeologi Nasional.
(Sumber: New Straits Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun