Masjid Jamme: Dari Gereja Jadi Pusat Kegiatan Islam di London

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 4 Agustus 2015 15:51
Masjid Jamme: Dari Gereja Jadi Pusat Kegiatan Islam di London
Tempat yang dulunya gereja itu, kini terkenal di sepanjang daratan Eropa sebagai pusat kegiatan umat muslim di London.

Dream - Meski merupakan negara dengan minoritas muslim, Inggris ternyata memiliki sebuah masjid yang super megah. Masjid Jamme atau yang dikenal juga dengan Masjid Brick Lane merupakan masjid terbesar di London.

Masjid Jamme mampu menampung hingga 4.000 jamaah. Tak hanya megah dan memiliki kapasitas super besar, masjid Jamme memiliki sejarah yang unik dan panjang.

Awalnya, bangunan ini bukanlah sebuah masjid. Didirikan pada tahun 1743, semula bangunan ini merupakan gereja bagi komunitas Hugenot atau para pemeluk Protestan yang lari mengungsi dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik masa itu.

Pada tahun 1809, bangunan ini sempat digunakan masyarakat London untuk menyebarkan Kristen kepada para pemeluk Yahudi. Kemudian tahun 1897, tempat ini diambil alih oleh komunitas Ortodok Independen dan Federasi Sinagog (Yahudi).

Namun tahun 1960-an, komunitas Yahudi di London menyusut. Akibatnya, bangunan ini ditutup sementara hingga sekitar tahun 1976. Karena jamaah gereja pun terus menurun, maka bangunan itu pun dijual kepada komunitas muslim hingga akhirnya difungsikan sebagai Masjid Jamme London.

Masjid Jamme menyimpan banyak cerita perjalanan muslim Inggris yang awalnya dibawa oleh imigran asal Bangladesh. Tempat yang dulunya gereja itu, kini terkenal di sepanjang daratan Eropa sebagai pusat kegiatan umat muslim di London.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak