Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Masjid Merkez, Duisburg, Jerman (technology.am)
Dream - Jerman merupakan negara yang dihuni penduduk dengan agama non-Islam terbanyak. Demokrasi begitu dijunjung tinggi di negara ini.
Hal itu membuat para pemeluk Islam bebas menjalankan ibadah di sana. Hingga mereka pun bisa mendirikan masjid di Jerman.
Tetapi, lazimnya mendirikan masjid di negara-negara kawasan Eropa lainnya, di Jerman pun terkadang umat Islam menghadapi sejumlah kendala. Paling kentara adalah sulitnya mendapatkan perizinan dari otoritas setempat.
Adalah Masjid Merkez yang terbangun di Marxloh, Duisburg, Jerman. Masjid ini memiliki julukan Keajaiban dari Marxloh.
Julukan ini tersemat pada Masjid Merkez, lantaran tidak ada satu halangan pun bahkan konflik selama proses pembangunannya. Termasuk pula pada persoalan perizinan. Alhasil, para Muslim Jerman sampai beranggapan masjid itu merupakan hadiah dari surga.
Tampak luar, masjid itu terlihat memang tidak begitu menarik. Ornamen kubah terlihat menyerupai masjid-masjid besar di Turki. Hal ini sebagai ciri menandakan masjid tersebut dibangun oleh komunitas Muslim asal atau keturunan Turki, melalui yayasan Diyanet Isleri Turk Islam Birligi (DITIB).
Pemandangan berbeda akan ditemukan ketika memasuki bagian dalam masjid. Seluruh bagian ruangan dipenuhi hiasan begitu indah, dengan hamparan karpet merah tebal dan empuk, yang memanjakan para jamaah untuk berlama-lama di dalam masjid.
Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang pertemuan dan kafetaria yang menjual makanan halal khas Turki dan Jerman nan lezat. Sedangkan lantai kedua merupakan ruang salat bagi jamaah pria, sedangkan lantai ketiga digunakan para Muslimah untuk salat.
Pembangunan masjid yang bisa menampung 1.200 jamaah ini menelan biaya sebesar 3,5 juta euro, atau sekitar Rp 400 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan Uni Eropa, pemerintah negara bagian, sumbangan dari para dermawan di seluruh dunia.
Masjid ini resmi dibuka pada 26 Oktober 2008, dalam prosesi yang sangat mengesankan. Bahkan hampir 200 jurnalis datang untuk mengabadikan prosesi pembukaan karena terkesan tidak adanya konflik selama pembangunan berjalan.
Selengkapnya, baca pada tautan ini. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire