Menengok Tempat Rasulullah Mengasingkan Diri

Reporter : Ismoko Widjaya
Jumat, 23 Oktober 2015 09:15
Menengok Tempat Rasulullah Mengasingkan Diri
Tak terbayang ribuan tahun yang lalu, ketika Rasulullah SAW sebelum mendapatkan wahyu pertama tersebut, sudah sangat sering dalam kurun waktu tahunan, mengasingkan diri mendaki ke gua itu.

Dream - Gua Hira di Jabal Nur merupakan tempat Rasulullah SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Letak Jabal Nur sekitar 2 kilometer sebelah utara kota Mekah.

Banyak yang menganjurkan jika ingin ke Gua Hira sebaiknya berangkat pagi atau bahkan setelah salat Subuh. Tujuannya untuk menghindari panas terik matahari dan situasi yang semakin siang biasanya semakin ramai peziarah.

Untuk mencapai tempat mengasingkan diri Rasululah SAW tersebut, yang pasti diperlukan sikap optimis dan keyakinan diri untuk bisa mencapai puncak. Ini penting, karena tidak sedikit yang gagal mencapai puncak dan melihat Gua Hira, karena sudah merasa pesimis melihat tingginya Jabal Nur. Berdasarkan literatur-literatur, ketinggian Gua Hira di puncak Jabal Nur adalah 2500 kaki.

Dari awal pendakian hingga ke pertengahan jalan menuju puncak bukit berkerikil itu hanya bisa dilalui dua orang.

Tangga yang terbuat dari susunan batu bersemen hanya dijumpai pada pada pos tengah hingga ke Gua. Tidak hanya melewati batu terjal berliku dengan kecuraman dinding sekitar 60 derajat celsius, juga tak ada tempat untuk pegangan, kecuali bebatuan besar yang terletak di sisi jalan setapak.

Menjelang puncak, ditemui sejumlah fakir miskin meminta-minta shodaqoh di sisi kiri kanan jalan. Luar biasa melihat pemandangan kota Mekah dari puncak Jabal Nur. Bahkan Zamzam Tower pun bisa terlihat dari puncak Jabal Nur.

Untuk mencapai Gua Hira di Puncak Jabal Nur itu, kita harus melewati terlebih dulu celah-celah atau lorong dengan dinding bebatuan sepanjang lima meter. Celah itu hanya bisa dilalui satu orang. Di ujung lorong, baru bisa kita lihat gua bersejarah itu. Akan tampak para peziarah yang antre untuk bisa melakukan shalat di dalamnya.

Tak terbayang ribuan tahun yang lalu, ketika Rasulullah SAW sebelum mendapatkan wahyu pertama tersebut, sudah sangat sering dalam kurun waktu tahunan, mengasingkan diri mendaki ke gua itu. (Ism) 

 

 

Beri Komentar