Negeri Islam yang Paling Kaya, Cerdas Melihat Peluang

Reporter : Editor Dream.co.id
Sabtu, 26 April 2014 12:22
Negeri Islam yang Paling Kaya, Cerdas Melihat Peluang
Bukan karena minyak belaka. Tapi juga kecerdasan melihat peluang. Kerja keras, kebijakan yang jelas dan terbuka terhadap investor. Bagaimana mereka membangun ekonomi hingga begitu gemilang.

Lihatlah gedung-gedung itu. Ramai mencakar langit. Berbaris dengan bentuk yang indah. Berbentuk bundar. Melengkung ke langit tinggi. Menjulang seperti es batang. Dan banyak pula yang terlihat seperti sekerumunan mainan anak-anak. 

Dan inilah gedung yang paling monumental itu. Dubai towers-Doha. Pencakar langit super tinggi. Menjulang dengan ketinggian 400 meter dan jumlah lantai 94. Berdiri di pinggir laut, gedung ini menjadi landmark Ibu negeri Qatar itu.

Menara ini dibangun perusahaan Samaa Dubai. Arsitek dan konsultan pembangunan gedung unik ini adalah Robert Mattew Johnson Marshall. Kontraktornya adalah perusahaan bersama antara Al-Habbtoor dan Al Jaber. Berdiri di atas kawasan seluas 70.000 km2.
Selain perkantoran, gedung ini memiliki 235 kamar hotel mewah bintang lima. Memiliki 60 tingkat apartemen. Berdiri di kawasan west bay, pembangunan menara ini menelan biaya 631,9 juta dolar Amerika.

Negeri Islam yang Paling Kaya, Cerdas Melihat Peluang

Ratusan gedung pencakar langit di Dubai itu adalah simbol kemakmuran Qatar. Menurut data Bank Dunia dua tahun lalu, Qatar adalah Negara Islam terkaya di dunia. Pendapatan perkapita mencapai $ 88,919. Disusul oleh Kuwait $ 54,654 dan Brunei Darussalam dengan pendapatan perkapita $50,506.

Doha memang memiliki riwayat panjang dalam sejarah negeri itu. Selain menjadi ibukota, juga menjadi sentrum ekonomi. Didirikan dengan nama Al-Bida pada tahun 1850, melejit dengan nama Doha itu berbilang tahun kemudian.

Setelah di dominasi Kesultanan Ustmaniyah dan Inggris, Qatar kemudian merdeka 3 September 1971. Dan semenjak itulah kota di pesisir Persia ini menjadi ibu negeri itu.
Semula ekonomi Negara itu dipompa dari hasil laut. Dari perikanan dan mutiara. Namun industri itu terbenam oleh pesaing dari timur. Budidaya mutiara dari Jepang merangsek dan menguasai pasar. Qatar menepi. Dan mau tak mau harus mengubah pilihan. Maka minyakpun dicari. Mereka beruntung sebab simpanan minyak di bumi negeri itu diperkirakan 15 miliar barel. Ekspor minyak besar-besaran dari Doha dimulai pada tahun 1949. Pilihan itulah yang mengubah wajah Doha sekemilau hari ini.

Kota itu kerap dijadikan sebagai tempat pertemuan bisnis tingkat dunia. Dalam bidang olahraga, menjadi tuan rumah Asian Games ke 15, yang digelar Desember 2006.
Bandar udara Doha juga menjadi persingahan penerbangan dari Asia menuju Eropa. Bandar udara raksasa itu memiliki 3 Masjid, jaringan Wi-fi dan berpuluh restoran. Landasan pacu berukuran 15.000 ft, menjadikan bandara ini salah satu terpanjang untuk ukuran bandara sipil.

 

Negeri Islam yang Paling Kaya, Cerdas Melihat Peluang

Pesona Doha, hanya bisa ditandingi oleh Dubai. Ibu negeri Uni Emirat Arab yang membentang di sisi selatan Teluk Persia. Gedung-gedung pencakar langit melewati awan. Kawasan yang dulu menjadi pesisir padang pasir itu, kini menjelma menjadi kota yang berkemilau. Pendapatan negeri itu dipompa dari perdagangan, real estate kelas dunia dan pelayanan keuangan.

Qatar dan Uni Emirat Arab, adalah dua Negara Muslim yang merangsek masuk ke jajaran Negara dengan ekonomi paling memukau di dunia. Di luar keduanya masih banyak Negara-negara Islam yang pertumbuhan ekonominya mengejutkan.

Beri Komentar