Perbatasan Rafah, Simbol Perjuangan Rakyat Palestina

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 29 September 2015 14:00
Perbatasan Rafah, Simbol Perjuangan Rakyat Palestina
Wilayah perbatasan ini berarti besar bagi rakyat Palestina terutama yang tinggal di Jalur Gaza.

Dream - Anda tentu mengenal atau setidaknya pernah mendengar tentang Rafah. Wilayah perbatasan ini berarti besar bagi rakyat Palestina terutama yang tinggal di Jalur Gaza.

Perbatasan Rafah membuka akses mereka ke dunia luar. Sayangnya, perbatasan antara Mesir-Palestina ini kembali ditutup oleh pemerintah Mesir setelah terjadi kudeta Presiden Mohamed Morsi digantikan Abdul Fatah al-Sisi.

Rafah juga dikenal sebagai Rafiah dan sebenarnya merupakan sebuah kota Palestina di Jalur Gaza selatan. Terletak 30 kilometer (19 mil) selatan Gaza, penduduk Rafah berjumlah 71.003 dan murni terdiri dari para pengungsi Palestina.

Sejak Bandara International Yasser Arafat di Palestina dibom dan dibuldoser oleh Israel, Rafah menjadi satu-satunya sarana penyeberangan warga Gaza yang ingin ke luar Palestina.

Tak hanya menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina, Rafah juga menyimpan kisah sejarah seputar perkembangan Islam sejak masa kekhalifahan.

Di masa lalu, Rafah adalah sebuah kota perdagangan yang penting dan merupakan salah satu kota yang berhasil direbut oleh tentara Rasyidin. Di bawah kendali Dinasti Umayyah dan Abbasiyah kota ini begitu berkembang, memiliki banyak pasar dan masjid.

Seiring waktu, pada tahun 1971, tentara Israel di bawah Jenderal Ariel Sharon kala itu menghancurkan sekitar 500 rumah di kamp Rafah dalam rangka membuat jalan untuk patroli pasukan Israel. Diperkirakan ada sekitar 4000 orang Israel yang kemudian mendirikan proyek perumahan di sana.

Setelah itu muncullah Perjanjian Camp David yang menyebabkan Israel mundur dari wilayah Semenanjung Sinai. Sejak saat itu, wilayah Rafah pun terbagi, dengan salah satu bagian berdampingan dengan Mesir.

Setelah pembagian Rafah, dibuatlah sebuah terowongan di bawah perbatasan yang menghubungkan dua wilayah sehingga memudahkan akses orang dan barang. Terowongan itu pun hingga kini masih digunakan oleh sebagian besar warga Gaza untuk memperoleh makanan dan beragam barang kebutuhan dari luar.

(Berbagai sumber)

Beri Komentar